ASF Kembali Muncul di Flores, Pemkab Ende Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak - FloresPos Net

ASF Kembali Muncul di Flores, Pemkab Ende Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak 

- Jurnalis

Senin, 12 Februari 2024 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ASF

Ilustrasi ASF

ENDE, FLORESPOS.net-Virus African Swine Fever (ASF) kembali muncul dan menyerang ternak babi di Pulau Flores, Provinsi NTT. Daerah yang kini sudah terpapar ASF, yaitu Kabupaten Sikka.

Seperti diberitakan media ini pekan lalu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sikka menyebutkan 74 ekor tenak babi mati terserang virus ASF.

Menanggapi kondisi ini Bupati Kabupaten Ende, Djafar Achmad kepada wartawan Sabtu (10/2/2024) lalu mengatakan Pemkab Ende melalui Dinas Pertanian dan Peternakan langsung melakukan  pengecekan di setiap kecamatan.

Baca Juga :  Mulai Besok Mobil Dinas di Pemda Sikka Parkir di Kantor, Hari Jumat Kerja dari Rumah

Berdasarkan laporan dari para penyuluh di lapangan belum ada kasus ASF di Kabupaten Ende.

“Kita langsung cek dan hingga saat ini belum ada kasus di Ende. Kita akan pantau terus melalui penyuluh lapangan,” kata Bupati Djafar.

Meski belum ada kasus, kata Djafar, Kabupaten Ende berbatasan langsung dengan Kabupaten Sikka yang sudah ada kasus ASF.

Langkah yang akan dilakukan pemerintah yaitu memperketat pengawasan lalu lintas ternak baik dari Sikka maupun dari Ende.

“Pemerintah akan tempatkan petugas di Watuneso dan Kotabaru untuk lakukan pengawasan. Ternak babi yang masuk ke Ende akan diperiksa oleh petugas,” katanya.

Baca Juga :  Hingga Maret Pemkab Ende Belum Bayar Uang Rekanan, Bupati Yosef: Tunggu Hasil Audit

Bupati Ende juga mengatakan pemerintah mengambil langka ini untuk mencegah virus ASF masuk di daerah ini.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, drh Zaid Karim Johar yang dikonfirmasi sebelumnya juga mengatakan hingga saat ini kasus ASF belum terdeteksi di Ende.

Dinas Pertanian  meminta penyuluh untuk melakukan pemantauan di lapangan.*

Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Nagekeo Dapat Jatah 3 Kampung Nelayan Merah Putih
APBD 2026, Nol Pembangunan Fisik Manggarai Barat
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 20:36 WITA

Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Jumat, 24 April 2026 - 16:16 WITA

Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:37 WITA

Nusa Bunga

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:31 WITA