RUTENG, FLORESPOS.net-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengantisipasi serius serangan hama belalang kembara yang meluas di perbatasan dengan Kabupaten Manggarai Barat.
Antisipasi tidak saja berkaitan dengan yang mesti dilakukan petani, namun juga menyiapkan pelbagai peralatan dan pestida bila hama memasuki wilayah Desa Borik dan Satar Ruwuk di Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai.
“Kekhawatiran tinggi ketika padi sawah di wilayah perbatasan di Kecamatan Lembor Selatan mulai diserang hama belalang. Kita turunkan semua kekuatan agar bersama-sama mengambil sikap di lapangan,” kata Plt. Kadistan, Laurens A. Laoth kepada Florespos.net melalui telepon, Kamis (1/2/2024).
Dia mengatakan, antisipasi pertama dilakukan petani sendiri yakni harus tahu apa yang dilakukan untuk mengatasi serangan belalang.
Selanjutnya, pemerintah juga menyiapkan peralatan seperti semprot dan pestisida untuk membasmi hama.
“Petani dan petugas di lapangan selalu siaga memantau di sawah-sawah agar tahu persis perkembangan setiap waktu,” katanya.
Menurut Laurens, sesuai laporan terbaru dari Kepala Desa Borik dan Camat Satar Mese Barat, hama belalang tidak sampai masuk ke wilayah Kabupaten Manggarai. Karena penanganan di Kabupaten Manggarai Barat cukup bagus sehingga belalangnya tidak berkembang tak terkendali.
“Karena itu, belalangnya tidak sampai masuk dan menyerang padi baik di sawah maupun ladang di wilayah perbatasan Manggarai,” katanya.
Kata Laurens, antisipasi serius memang mutlak guna mengamankan lahan persawahan dari Borik hingga Narang seluas 1.200-an hektar.
“Ini kawasan yang terancam serius dari serangan dari arah barat tersebut,” katanya.
Walaupun sementara ini aman, kata Laurens, pihaknya tetap memantau serius perkembangan di lapangan dengan berkoordinasi dengan PPL, kepala desa dan camat agar tahu perkembangan di lapangan.
“Tanaman pangan harus kita jaga agar hasilnya bagus. Hasil yang baik penting sekali untuk ketahanan pangan lokal kita,” katanya.
Warga Denge, Sofian Ramu mengatakan, memang sempat ada rasa cemas dengan hama belalangi perbatasan Manggarai Barat beberapa waktu belakangan ini. Karena biasanya serangan besar, maka penanganannya sulit.
“Hama itu langsung ditangani dini begitu muncul di Manggarai Barat. Dengan itu, belalang tidak berkembang sehingga tidak masuk sampai ke wilayah terdekat di Manggarai,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










