BAJAWA, FLORESPOS.net-Miss Teen Beauty Indonesia 2023, Dea Fernandez hadir dalam kegiatan “Berbagi Kasih Bank NTT” bagi anak stunting di Podium Utama Taman Kartini Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu (16/12/2023).
Dea Fernandez pada kesempatan kegiatan yang digelar Bank NTT Cabang Bajawa itu mengajak masyarakat secara khusus orang tua yang anaknya masuk dalam kategori stunting untuk selalu hidup sehat.
Putri dari pasangan Sebastianus Fernandez dan Maria Teresia Uta dihadirkan oleh Bank NTT Cabang Bajawa untuk memotivasi masyarakat secara khusus orang tua yang anaknya masuk dalam kategori stunting yang menerima CSR Bank NTT.
Saat itu Bank NTT Bajawa menyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) Rp 50 juta. CSR itu dalam bentuk beras, telur ayam, susu dan makanan tambahan lain kepada 100 anak stunting di wilayah Puskesmas Kota dan Surisina.
“Makanan bergizi tidak harus terus konsumsi daging tapi konsumsi ikan, tahu, tempe, telur ayam dan juga makanan bergizi lainnya,” kata Miss Teen Beauty Indonesia 2023, Dea Fernandez.
Pada kesempatan itu, Dea Fernandez juga menjelaskan mengenai keikutsertaannya pada perlombaan Miss Teen Beauty Indonesia 2023.
Dea Fernandez mengatakan, perlombaan yang diikutinya sama dengan perlombaan Putri Indonesia atau sejenisnya untuk usia 20 tahun ke atas atau remaja.
Perlombaan yang diikutinya telah berlangsung pada bulan November 2023, dan diikuti selama 4 hari di Jakarta. Selama proses perlombaan yang cukup padat dan dirinya bersaing dengan beberapa nominasi lainnya dari beberapa Provinsi.
Menurut Dea Fernandez, hal yang juga sangat penting dalam perlombaan, yakni soal tinggi badan.
Dea Fernandez yang saat ini berusia 14 tahun dengan tinggi badan 170 centimeter itu mengaku, selain keturunan, tinggi badan yang ideal itu, juga karena faktor keseimbangan gisi yang diperoleh termasuk rajin konsumsi sayur.
“Konsumsilah ikan, tahu, tempe serta telur ayam dan makanan bergizi lainnya dapat menjadikan anak bertumbuh sehat,” ajak Dea Fernandez.
Bupati Ngada Andreas Paru kepada Florespos.net pada kegiatan itu mengatakan makan makanan bergizi sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan generasi unggul di Kabupaten Ngada.
Kata Bupati Andreas, yang disampaikan Dea Fernandez soal makan makanan bergizi merupakan hal mutlak agar seseorang dapat tumbuh sehat.
“Jadi kebiasaan makan makanan bergizi mesti mengakar dalam kehidupan masyarakat Ngada,” pintanya.
Bupati Andreas mengatakan, prevalensi stunting di Kabupaten Ngada berdasarkan data e-PPGBM pada tahun 2021 berada di angka 11,7 persen dan turun menjadi 8,4 persen pada 2023.
Artinya, adanya penurunan sebesar 3,3 persen dan hasil tersebut berkat kerja-kerja kolaboratif semua pihak, katanya. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










