RUTENG, FLORESPOS.net-Pengerjaan jalan yang dibiayai dana Inpres puluhan miliar tahun 2023 di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT sedang dalam tempoh tinggi alias ngebut kerja.
Hal itu dilakukan mengingat waktu kerja yang tidak lama lagi berakhir, yakni 31 Desember 2023 ini. Kondisi ril di lapangan, yakni satu paket progres fisik telah mencapai 87 persen dan yang satu lagi baru mencapai 42 persen lebih.
Data dan informasi yang didapat Florespos.net dari Satker Jalan Nasional Wilayah Manggarai, Kamis (14/12/2023) menyebutkan, untuk paket jalan Simpang Cepang- Simpang Melo-Bangka Sumba per 12 Des 2023, yakni rencana 79.94 persen, ril 42.338 persen, dan deviasi minus 37.599 persen.
Satu paket lagi, yakni jalur Iteng- Nanga Woja-Simpang Melo seperti rencana 92.49 persen, riilnya 87.53 persen, dan deviasi minus 4,96 persen.
“Faktanya ada yang progresnya bagus, tetapi ada juga yang belum sesuai dengan harapan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3. Jalan Nasional Wilayah Manggarai, Djibrael Tuka Rohi.
Jelas Djibrael, evaluasi terbaru menunjukkan progres yang baik dengan banyak catatan yang wajib diperhatikan rekanan dalam beberapa ke depan.
Untuk paket yang dikerjakan PT Genta Bangun Nusantara, Djibrael, telah dilakukan show cause meeting (SCM) 2 atas keterlambatan pengaspalan dan keterlambatan pasok aggregat A di lokasi proyek.
SCM 2 dilakukan di tingkat Satker sesuai dengan ketentuan teknis pekerjaan.
Djibrael mengatakan, pelbagai keterlambatan itu yang menyebabkan progres minus alias terlambat hingga sekarang. Karena itu, rekanan diminta komitmennya membuat langkah-langkah percepatan seperti dalam berita acara rapat SCM.
Ditanya target hingga akhir Desember, Djibrael menjelaskan, kalau tidak ada kendala di lapangan dan rekanan konsisten melakukan pekerjaannya, bisa mencapai 75 persen.
“Saat ini, kerja aspal masih jalan dengan tempoh tinggi. Yang sudah aspal 2 Km dari total 7 Km,” katanya.
Djibrael mengatakan, sementara untuk paket yang dikerjakan PT Wijaya Graha Prima (WGP) item pengerjaan aspal sudah rampung. Hingga pihakntq optimis bisa 100 persen hingga bulan ini.
Seorang warga Iteng di Ruteng, Hiro Eman mengatakan, ini sangat luar biasa untuk masyarakat di wilayah selatan Manggarai. Infrastruktur jalan memang perlu bagus mengingat kawasan itu gudang berasnya Manggarai.
“Itu juga jalur selatan Manggarai raya dengan sejumlah destinasi wisata dunia. Apresiasi atas semua ini,”katanya.
Dana Inpres Infrastruktur tahun 2023 untuk Kabupaten Manggarai sebesar Rp 47,8 miliar lebih dengan total panjang jalan yang dikerjakan, 13,5 Km.
Rincian yang dikerjakan PT Wijaya Graha Prima sepanjang 6,5 Km dan PT Genta Bangun Nusantara sepanjang 7 Km. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










