“Menggila” Efek Event Picnic Over The Hill Parapuar Mabar - FloresPos Net

“Menggila” Efek Event Picnic Over The Hill Parapuar Mabar

- Jurnalis

Rabu, 15 November 2023 - 11:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Penyelenggaraan event Picnic Over The Hill (POTH) di puncak Parapuar Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru berlalu efeknya “menggila”, khusus bagi UMKM karena mendapat keuntungan.

Padahal event tersebut cuma 2 hari, Sabtu dan Minggu (11-12/ 11/2023). Sementara sisi lain, lokasi kegiatan cukup jauh dari pemukiman warga Labuan Bajo ibu kota Mabar. Parapuar dikelolah Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina di Labuan Bajo, Selasa (14/11/2023), mengatakan (POTH) telah selesai diadakan. Event dua hari ini behasil mendatangkan total kunjungan sebanyak 1.037 orang dari 1.372 orang yang melakukan registrasi onlie. Segmen usia pengunjung yakni dari anak hingga orang tua. Para pengunjung selama 2 hari di event POTH didominasi Generasi Z dan rombongan keluarga.

Kata Shana Fatina, pihaknya  menghitung total kunjungan selam 2 hari event berlangsung sebesar 1.037 orang dari 1.372 orang yang melakukan registrasi secara online. Jumlah pengunjung pada hari pertama 451 orang dan 586 orang di hari kedua.

Baca Juga :  Ada Agenda Sidang “Perkenalan” DPRD Manggarai Barat

” Ini event pertama kami sebagai bentuk aktivasi kawasan Parapua dan ini telah melampaui jumlah kunjungan yang kami targetkan seribu pengunjung,”  Shana Fatina.

Dari event ini juga, katanya,  BPOLBF mencatat total transaksi dari 17 booth UMKM yang terlibat dalam event ini. Tercatat total nilai transaksi sebesar Rp. 20,122,000 selama 2 hari atau dengan kata lain masing-masing pengunjung berbelanja sekitar Rp. 10.000 – Rp. 20.000 per hari.

Tim BPOLBF mencatat total transaksi selama dua hari sebesar Rp. 20,122,000, yang menurut perkiraan BPOLBF rata-rata pengunjung berbelanja sekitar Rp. 10.000 – Rp. 20.000 per hari.

Total nilai transaksi ini belum termasuk dengan belanja bahan baku venue seperti bambu dan tenaga kerja lokal yang turut membantu penyiapan venue, serta jasa lainnya mulai dari transportasi, penyewaan alat, dan sebagainya.

Begitupun para talent yang mengisi acara 100% adalah talent lokal NTT, sehingga perputaran uang dan penyerapan tenaga kerja dalam event ini diserap seutuhnya oleh lokal.

Optimalisasi potensi lokal lainnya dalam event ini adalah masih Shana Fatina,  BPOLBF juga berkerja sama dengan Kole Project, yang merupakan salah satu komunitas waste management lokal di Labuan Bajo untuk mengelola sampah yang dihasilkan selama event berlangsung.

Baca Juga :  Catatan Kritis DPRD Manggarai Barat: Tempatkan Pertanian Sebagai Sektor Andalan Daerah

Selama event berlangsung, Kole Project mendata, sampah yang terkumpul selama dua hari kegiatan terhitung sebanyak 149,6 kg dengan rincian 39 kg sampah daur ulang dan 110.6 sampah residu. Ini untuk menjamin penyelenggaraan event bebas dari sampah.

“Kami bekerja sama dengan komunitas waste management di Labuan Bajo yaitu Kole Project, ” kata Shana Fatina.

Lanjut Shana Fatina, berdasarkan data yang BPOLBF terima, total sampah selama dua hari adalah 149,6 kg. Hari pertama, 50,1 kg dengan sampah daur ulang 18,4 kg dan sampah residu 31,7 kg lalu di hari kedua sebanyak 99,5 kg dengan sampah daur ulang 20,6 kg dan sampah residu 78,9 kg.

“Bersama Kole Project kami bersama-sama memastikan agar venue dalam keadaan bersih tanpa sampah usai event berlangsung, ” ungkap Shana Fatina. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

Rabu, 23 September 2026 - 17:25 WITA

Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Berita Terbaru