Mencemaskan, Harga Beras di Pasar Inpres Ruteng Tembus Rp 15.000 - FloresPos Net

Mencemaskan, Harga Beras di Pasar Inpres Ruteng Tembus Rp 15.000

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2023 - 12:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Harga beras yang terus naik kian mencemaskan masyarakat Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT dan sekitarnya. Harga beras di Pasar Inpres Ruteng, sudah menembus angka Rp 15.000 per kilogram (kg).

Pantauan Florespos.net, Kamis (21/9/2023), naiknya harga beras sudah terjadi beberapa pekan terakhir ini. Beberapa pekan lalu, masih ditemukan harga beras Rp 12.000 untuk kualitas biasa saja sampai Rp 14.000 ribu per kg untuk jenis Membramo.

Tetapi, belakangan ini, harga beras naik menjadi Rp 14.000 per kg untuk yang jenis biasa saja dan jenis Membramo telah menyentuh angka Rp 15.000 per kg.

Seorang penjual beras, Dony W, mengatakan, harga beras naik akibat pengaruh stok yang terus menerus menipis.

Baca Juga :  Siswa SMAS St. Gregorius Reo Antusias Ikuti Workshop Memotret Realita Lewat Lensa dan Pena

Stok turun karena pasokkan beras baik dari petani lokal maupun dari pulau tidak banyak seperti biasanya.

“Pedagang sebetulnya tak mau harga naik. Karena kalau harga naik, maka yang beli tidak sebanyak biasanya,” katanya.

Dia mengatakan, pasokkan beras terganggu karena sekarang ini lagi bukan musim panen. Sawah Lembor yang menjadi andalan, tidak lagi memasok beras karena tidak musimnya.

Malah kondisinya buruk, pada musim kemarau tidak ditanami karena lagi ada perbaikan jaringan irigasi.

“Yang sama dengan pasokkan beras dari wilayah Satar Mese, jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan yang tinggi di Kota Ruteng dan sekitarnya,” katanya.

Baca Juga :  Pilkada Ngada, AP-RB Berpotensi Jilid Dua

Kondisi seperti ini, demikian Dony, mungkin bisa berlangsung hingga akhir tahun. Maka harapannya ada pasokan beras dari luar pulau untuk mengisi kekurangan dan bahkan kekosongan stok nantinya.

Seorang warga kota, Ny. Emi Jeniu mengatakan, masyarakat kian khawatir dengan harga beras yang ada. Masyarakat sudah pasti kesulitan dan bahkan tidak bisa membeli beras lagi.

“Kita harap pemerintah harus ambil sikap sudah. Lakukan operasi pasar agar harga tidak naik terus,” katanya.

Sejauh ini, kesannya pemerintah tidak perduli dengan membiarkan harga beras terjun bebas di pasaran. Buktinya harga beras sudah tembus Rp 15.000 per kg. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Menjaga Toleransi di Bumi NTT: FKUB Manggarai Gelar Kegiatan Penguatan Kerukunan Umat Beragama
DPC PDIP Ende dan PBVSI Gelar Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Bukan Sekadar Nama
Dua Desa di Manggarai Barat “Terkurung” HPL, Cagar Alam, Hutan Tutupan
Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT Hadiri Rakernas I IKAL Lemhannas di Bandung
Kuasa Hukum Pemilik Kos Tanggapi Pernyataan Satpol PP Ende
Tiga Uskup Kunjungi SMAK Syuradikara, Sebut Syuradikara Sekolah Heterogen
Festival Natar Sikka, Gerakan Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya
Kelompok Tari “Viras do Tio Xico” dari Portugal Hadiri Festival Natar Sikka, Rayakan Dialog Budaya dan Rawat Ingatan Sejarah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:48 WITA

Menjaga Toleransi di Bumi NTT: FKUB Manggarai Gelar Kegiatan Penguatan Kerukunan Umat Beragama

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:33 WITA

DPC PDIP Ende dan PBVSI Gelar Turnamen Voli Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Bukan Sekadar Nama

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:58 WITA

Dua Desa di Manggarai Barat “Terkurung” HPL, Cagar Alam, Hutan Tutupan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:15 WITA

Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT Hadiri Rakernas I IKAL Lemhannas di Bandung

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:12 WITA

Kuasa Hukum Pemilik Kos Tanggapi Pernyataan Satpol PP Ende

Berita Terbaru