Manggarai Barat Panen Bawang Merah, Mahfud: Terima Kasih Pemerintah - FloresPos Net

Manggarai Barat Panen Bawang Merah, Mahfud: Terima Kasih Pemerintah

- Jurnalis

Selasa, 12 September 2023 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Mahfud, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Fajar Harapan Serenaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, berterima kasih kepada Pemerintah karena mereka selalu diberi bantuan bibit hortikultura geratis selama ini.

Hal tersebut disampaikan Mahfud kepada Florespos.net di sela-sela panen simbolis bawang merah milik mereka di ladang bawang Sernaru Labuan Bajo, ibu kota Mabar, Selasa (12/9/2023).

Benih tanaman holtikultura itu yakni bawang merah, melon dan bibit semangka. Selain itu, pihak pemerintah juga tahun-tahun belakangan melengkapi paket bantuannya antara lain berupa pupuk dan herbisida.

Kepada pemerintah, Mahfud memohon supaya Poktannya dibantu alat olah tanam, cultivator. Itu salah satu kendala yang mereka hadapi selama ini. Jumlah anggota Poktan Fajar Harapan 15 orang, tambahnya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Komodo, Tarsi Pion Rinca ketika itu melaporkan, hasil ubinan bawang merah yang dipanen itu 8 ton/ha. Luas lahan yang dipanen kesempatan itu 3 ha, 1 ha akan dipanen menyusul, dan lainnya telah dipanen sebelumnya.

Pion Rinca yang disampingi Ermelinda (PPL Pendamping), menambahkan, Poktan Fajar Harapan sudah jadi budaya membudidayakan bawang merah dan aneka tanaman hortikultura yang lain selama ini. Mereka ulet menanam dan merawat bawang merah dan lainnya, termasuk pasca panen, katanya.

Baca Juga :  Pemkab Mabar Tetap Anggarkan Gaji TKD di 2024

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Mabar, Laurensius Halu ketika itu mengungkapkan, dari sekitar 5 hektare (ha) tanaman bawang merah di area tersebut diperoleh hasil 15 ton. Bantuan bibit bawang merah dan lain-lain 2023 untuk Poktan Fajar Harapan bersumber dari APBD 2 Mabar.

Kadis Halu menyatakan apresiasi kepada Poktan Fajar Harapan dan berjanji akan memberi bantuan serupa kali berikutnya, disamping pendampingan. Itu semua bagian tugas pemerintah demi perluasan wawasan petani, sebagai wujud kebersamaan pemerintah dalam mendorong kemampuan petani.

Diharapkan Poktan Fajar Harapan sebagai obor buat petani yang lain di Mabar dalam hal usaha tanaman holtikultura, khusus terkait usaha bawang merah dan hortikultura yang lainnya.

“Mudah-mudahan diadopsi oleh petani (Mabar) yang lain. Selama ini pemerintah memberi bantuan (bibit bawang merah dan lainnya) sini. Pemerintah punya kepedulian kepada petani,” kata Kadis Halu.

Kadis Halu mendorong petani maksimalkan potensi. Petani harus berlomba, bersaing, berpacu untuk memaksimalkan potensi yang ada, jangan stagnan. Intervensi pemerintah antara lain peningkatan produksi dan pasar, pemerintah hadir di hulu dan hilir.

Lurah Wae Kelambu, Markus Randu saat itu mengatakan, Poktan yang resmi di Kelurahan tersebut yakni Fajar Harapan dan Poktan Ca Nai.

Baca Juga :  Keuskupan Ruteng dan Labuan Bajo Bangga Festival Golo Koe Maria Asumpta Masuk Top 10 Kharisma Event Nusantara 

Ca Nai Poktan baru, sedangkan Fajar Harapan sudah lama. Fajar Harapan sangat ulet, telaten dalam mengurus bawang dan tanaman hortikultura lainnya. Luar biasa tangguhnya anggota Poktan ini.

“Di Poktan Fajar Harapan lahan sewa pakai. Kalau Ca Nai milik pribadi/keluarga. Kita omong terus terang saja,” ujar Lurah Randu.

Tantangan besar usaha pertanian di lokasi tersebut yakni ternak berkeliaran. Para petani setempat luar biasa, termasuk anggota Poktan Fajar Harapan.

Paginya mereka kerja dan malam mete jaga kawanan ternak, komentar Lurah Randu.

Pius Udil, Kepala Produksi-Badan Pusat Statistik (BPS) Mabar pada kesempatan itu menekankan pentingnya kerja sama, dan itu mesti ditingkatkan.

Hasil ubinan bawang merah yang panen saat itu tidak bisa dijadikan representasi untuk Mabar, karena butuh banyak titik, sebaran tidak merata di Mabar.

“Ke depan ambil ubinan mesti pakai aplikasi karena tidak tendensius,” ujar Pius Udil.

Hadir pada kesempatan itu antara lain Nasarus Natar (Kepala Bidang Perkebunan dan Holtikultura Dinas TPHP Mabar), Vitalis A. Syukur (Koordinator POPT-POP Kabupaten Manggarai Barat), dan petani setempat. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Ende Tegaskan Buruh Jangan Takut Laporkan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Pemerintah
Dinas Transnaker Ungkap Alasan Upah Pekerja di Ende Jauh dari UMP
Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf
Hari Buruh di Flores Timur–Buruh Tulang Punggung Perekonomian dan Pilar Utama Pembangunan
Hari Buruh, Bupati Ende Tekankan Upah, Kenyamanan Pekerja dan Jam Kerja
Masih Banyak Pekerja di Sikka Mendapat Upah Tak Sesuai UMR
Polres Ende Hadirkan Pos Pol Airud di Desa Keliwumbu
Peringati May Day, Bupati Sikka Tegaskan Tidak Boleh Ada Buruh yang Tertinggal Dalam Kesejahteraan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:51 WITA

Bupati Ende Tegaskan Buruh Jangan Takut Laporkan Pelanggaran Ketenagakerjaan ke Pemerintah

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:50 WITA

Dinas Transnaker Ungkap Alasan Upah Pekerja di Ende Jauh dari UMP

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:02 WITA

Hari Buruh di Flores Timur–Buruh Tulang Punggung Perekonomian dan Pilar Utama Pembangunan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:17 WITA

Hari Buruh, Bupati Ende Tekankan Upah, Kenyamanan Pekerja dan Jam Kerja

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polemik “Pers Perut Kosong” Berakhir, Odorikus Minta Maaf

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:47 WITA