Terkait Tata Ruang Wilayah, Pemkab Manggarai Barat Hilangkan 2500 Hektar Sawah - FloresPos Net

Terkait Tata Ruang Wilayah, Pemkab Manggarai Barat Hilangkan 2500 Hektar Sawah

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), NTT mengeluarkan sekitar 2500 hektar (ha) sawah setempat dari daftar lahan baku. Hal itu terkait tata ruang wilayah Mabar.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Mabar, Ahmad Rudi, mengunkapkan itu kepada media ini di Labuan Bajo baru-baru ini.

Dijelaskan, data terbaru bahwa luas baku lahan sawah di Mabar yakni 16.892,21 ha. Hal itu sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Mabar Nomor: 161/2023.

Sedang sebelumnya luas baku lahan sawah di kabupaten pariwisata super premium tersebut yakni 18,257, 64 ha.

Baca Juga :  Bakal Calon Bupati Flores Timur Anton Hadjon Mengaku Sudah Katongi Nama Bakal Calon Wakil Bupati

Itu berarti sekitar 2500 ha luas baku lahan sawah di Mabar sekarang telah terciut, hilang, dikeluarkan dari data dengan pertimbangan tata ruang wilayah.

Ribuan ha sawah yang hilang itu di antaranya selama ini masuk dalam kawasan peternakan, permukiman, serta hutan. Salah satunya berada di wilayah Kecamatan Komodo, kata Rudi.

Hal ini dilakukan Pemkab Mabar antara lain terkait perluasan zona ibu kota Mabar, Labuan Bajo dengan berbagai dampak lanjutan. Juga memberi kepastian hukum bagi investor yang hendak berinvestasi di Mabar, tambah Rudi.

Baca Juga :  Di Penghujung Sebuah Perjalanan (Sebuah Refleksi)

Sebelumnya Kepala Dinas TPHP Mabar, Laurens Halu juga senada. Sesuai aturan terbaru untuk tingkat Mabar soal lahan sawah di antaranya memerintahkan, 100 meter di kiri kanan jalan utama tidak boleh ada sawah.

Dengan begitu, luas sawah Mabar dipastikan akan berkurang. Sebab banyak sawah di kabupaten itu selama ini berbatasan langsung dengan bahu jalan utama.

Pemandangan seperti itu, lanjut Kadis Halu, antara lain sepanjang jalan negara trans Flores dalam wilayah Mabar, tutupnya. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kapolres Ende Gunakan Helikopter Distribusi Bantuan ke Dua Desa Terisolir di Ende
Anggota DPRD Ende Desak Pemerintah Buka Media Center di Posko Tanggap Darurat
BPJS Ketenagakerjaan Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores, Himbau Warga Manfaatkan Relaksasi oleh Pemerintah
Pasca Gempa Flores, Proses Belajar Mengajar di Sikka Dimulai Akhir Agustus
Jusuf Kalla Minta Warga Terdampak Gempa Flores Dilibatkan Dalam Pembangunan Pasca Gempa
Kapolda NTT Sambangi Istana Keuskupan Agung Ende dan Salurkan Bantuan
BNPB Fasilitasi Pemulangan Pengungsi Terpusat di Kota Maumere
Pemda Ngada Telah Salurkan 7.689 Paket Logistik kepada Masyarakat Terdampak Gempa
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:54 WITA

Kapolres Ende Gunakan Helikopter Distribusi Bantuan ke Dua Desa Terisolir di Ende

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:35 WITA

Anggota DPRD Ende Desak Pemerintah Buka Media Center di Posko Tanggap Darurat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:25 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores, Himbau Warga Manfaatkan Relaksasi oleh Pemerintah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:20 WITA

Pasca Gempa Flores, Proses Belajar Mengajar di Sikka Dimulai Akhir Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:45 WITA

Kapolda NTT Sambangi Istana Keuskupan Agung Ende dan Salurkan Bantuan

Berita Terbaru