LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Sedikirnya 8 warga Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) terpapar penyakit kusta. Dan semuanya dalam penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar, Paul Mami mengatakan, orang yang terkena kusta itu berasal dari sejumlah wilayah pelayanan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Mabar.
Kadis Mami menyampaikan itu menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo, Selasa (29/8/2023).
Dia dimintai tanggapan atas kabar bahwa belakangan ini warga Kecamatan Welak Mabar dihantui wabah kusta, karena ada warga setempat terkena kusta. Orang bersangkutan dari luar Mabar tapi tinggal di Welak.
Disebutkan Kadis Mami, dari 8 penderita kusta dimaksud 3 di antaranya masuk wilayah pelayanan Puskesmas Labuan Bajo, 2 asal Puskesmas Wae Nakeng, dan dari Puskesmas Nanga Terang, Puskesmas Werang, serta Puskesmas Datak masing-masing 1 orang.
Khusus pasien yang berasal dari Puskesmas Datak, terang Kadis Mami, disinyalir berasal dari Sabu, Kabupaten Sabu Raijua NTT. Dia saat ini ditangani dokter spesialis guna memastikan positif atau tidaknya pasien bersangkutan terkena kusta atau mungkin penyakit kulit lainnya. Sedangkan 7 pasien positif kusta.
Namun 8 pasien itu saat ini dalam penanganan intensif medis. Obat- obatan selalu tersedia di Mabar. Kusta adalah penyakit menular. Kusta ada yang basah dan ada yang kering, kata Kadis Mami.
Masih Kadis Mami, di Mabar ada beberapa lokus kusta, antara lain di Capi Kecamatan Komodo, dan di Tentang Kecamatan Ndoso. Namun semuanya tempat-tempat itu, termasuk masyarakatnya selalu dalam pengawasan petugas kesehatan, obat-obatan selalu tersedia. Ini program nasional, katanya.
Menyinggung perkembangan penyakit gatal-gatal/kudis (scabies) di Mabar, seperti diwartakan media ini sebelumnya, Kadis Mami, mengatakan aman, sudah ditangani pihak kesehatan. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










