ENDE, FLORESPOS.net-Petani di Desa Sokoria Selatan, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, NTT mulai mengeluh soal ekonomi. Pasalnya pada tiga tahun terakhir tanaman komoditi yang menjadi penghasilan utama petani di desa itu turun drastis bahkan ada yang tidak berbuah.
Kepala Desa Sokoria Selatan, Albertus Wanda kepada Florespos.net, Jumat (11/8/2023) di kantor desa membenarkan bahwa kondisi ini sudah dikeluhkan oleh petani di desanya.
Dikatakannya, sumber penghasilan utama dari petani di desanya yaitu kopi, kemiri dan cengkeh. Kades menyampaikan produksi tiga tanaman komoditi unggulan ini menurun drastis bahkan ada yang tidak berbuah pada tiga tahun terakhir.
“Kalau kopi dan kemiri masih ada sedikit – sedikit tetapi cengkeh tidak berbuah sama sekali pada tiga tahun terakhir,” katanya.
Kades Albertus mengatakan hingga saat ini petani tidak tahu dengan kondisi ini sambil berharap segera berlalu.
“Kami tidak tahu apa penyebabnya. Untuk mengatasi makan minum di rumah kami dorong masyarakat untuk perkuat tanaman holtikultura,” katanya.
Kades Albertus melanjutkan untuk membantu ekonomi masyarakatnya pemerintah desa melibatkan masyarakat pada pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD).
Saat ini Pemerintah Desa Sokoria Selatan sedang membangun tembok panahan badan jalan. Pekerjaan ini dilakukan dengan sistem padat karya yang melibatkan seluruh masyarakat untuk bekerja. Anggaran untuk Harian Orang Kerja (HOK) sebesar Rp 43 juta yang akan diberikan kepada warga yang bekerja.
“Kita ambil terobosan dengan cara seperti ini untuk membantu ekonomi masyarakat sambil mendorong petani untuk perkuat di sektor holtikultura,” katanya. *
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










