LARANTUKA, FLORESPOS.net-Sebanyak 20 inovasi yang mengikuti Lomba Inovasi Daerah Tahun 2023 tingkat Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melewati tahapan presentasi yang digelar selama dua hari, Selasa dan Rabu (8-9/8/2023).
“Setelah tahapan presentasi ini, Tim Penilai memberi penilaian untuk mendapatkan 5 besar masing-masing kategori. Dari hasil ini, Tim Penilai melakukan uji petik lapangan,” kata Syarif Wuran, S.Si., MT., Ketua Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah, Rabu (9/8/2023) malam.
Syarif Wuran mengatakan, uji petik lapangan merupakan salah satu tahapan penilaian Lomba Inovasi Daerah tahun 2023 Kabupaten Flores Timur setelah tahapan pengajuan proposal dan presentasi atau wawancara.
Pada uji petik lapangan ini, kata Syarif Wuran, Tim Penilai Lomba akan turun melihat langsung implementasi, dokumen, dan testimoni masyarakat terkait inovasi tersebut.
Syarif Wuran mengaku, 20 inovasi yang mengikuti lomba kali ini tidak hanya banyak dari segi jumlah. Tetapi dari tahapan proposal dan presentasi, 20 inovasi ini sangat kaya dan luar biasa dari segi isi, dan penerapan tersebut.
“Nilai yang diperoleh uji petik lapangan, proposal dan presentasi diakumulasikan untuk mendapatkan nilai dan menentukan pemenang atau terbaik pertama, terbaik kedua, dan terbaik untuk masing-masing kategori,” katanya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima, SE., M.Si., sebelum menutup tahapan presentasi lomba, Rabu (9/8/2023) malam, mengaku sangat bangga dengan inovasi yang masuk mengikuti lomba kali ini.
“Banyak hal yang kami dapatkan dari proposal dan presentasi atau wawancara ini. Lahirnya 20 inovasi ini sungguh memperkaya inovasi daerah di Kabupaten Flores Timur,” katanya.
Nia Corebima menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada 20 inovator atau pencipta/pengusul inovasi yang mengikuti Lomba Inovasi Daerah tahun 2023 tingkat Kabupaten Flores Timur.
“Ada 20 inovator yang ikut lomba kali ini. Semua inovator setia mengikuti tahapan pengajuan proposal dan presentasi,” katanya.
“Kini, kita masuk tahapan akhir, yakni uji petik lapangan oleh tim penilai untuk mendapatkan terbaik pertama, terbaik kedua dan terbaik ketiga masing-masing kategori,” kata Nia Corebima.
Nia Corebima berharap tahun-tahun berikut, semakin banyak inovator inovasi pada berbagai kategori di Kabupaten Flores Timur bisa mengikuti lomba inovasi daerah.
“Semakin banyak inovasi yang lahir di masyarakat, perangkat daerah dan bidang lain mendongkrak Flores Timur dalam konteks penilaian inovasi daerah di tingkat nasional. Ini sesuatu yang luar biasa,” katanya. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










