LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Penyakit kudis dan gatal-gatal kini mewabahi Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyebabnya kutu. Belum ada laporan tentang warga setempat yang meninggal gegara penyakit satu ini.
Demikian informasi yang direkam Florespos.net hari-hari terakhir di Labuan Bajo.
Sehubungan dengan yang satu ini, Paulus Mami, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar ketika ditemui media ini di Kantor Bupati Mabar di Labuan Bajo, Rabu (9/8/2023), memohon supaya bertemu Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Yulianus Weng.
Secara terpisah Wabup Mabar Yulianus Weng mengungkapkan, laporan Dinkes Mabar ada 12 warga Desa Golo Ronggot Kecamatan Welak terserang gatal-gatal/kudis.
Kasus Golo Ronggot mulai Juni (2023) lalu. Awalnya 1 kasus dan sekarang bertambah menjadi dua belas kasus, kata Wabup Weng.
Menurut Wabup Weng, penyakit gatal-gatal/kudis disebabkan oleh kutu. Kutunya tidak bisa dilihat dengan mata, kecuali alat khusus. Penyakit ini bersifat menular.
Terkait hal ini masyarakat diminta supaya higienis, jaga kebersihan/sanitasi. Sprei, sarung bantal, selimut dan sejenis lainnya selalu dicuci bersih dengan sabun agar kutu kudis/gatal-gatalnya mati.
“Kasur, bantal dan semacam lainnya juga dijemur selalu supaya kutu kudis/gatal-gatalnya mati,” komentar Wabup Weng.
Obat kudis/gatal-gatal tersedia banyak di Faskes-Faskes (fasilitas kesehatan) di Mabar, termasuk di apotik-apotik. Ada salap dan lain-lain, ujar Wabup Weng yang mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu.
Kabar diperoleh media ini hari-hari terakhir, kudis dan gatal-gatal juga melanda Desa Nampar Macing Kecamatan Sano Nggoang Mabar. Banyak warga setempat terkena penyakit ini.
Penduduk Labuan Bajo ibu kota Mabar juga dikabarkan banyak yang tertular wabah ini, kudis/gatal-gatal. Gegara penyakit satu ini akhirnya warga setempat kini populerkan kembali istilah melodi, julukan penyakit kudis/gatal-gatal era 1980-an melanda Manggarai Raya (Maya) kabarnya.
Manggarai Barat (Mabar) dan Manggarai Timur (Matim) ketika itu belum ada, masih berinduk pada Kabupaten Manggarai. Kabupaten Mabar mekar dari Manggarai 2003, dan 5 tahun kemudian menyusul Matim.
Istilah lokal Matim untuk Kudis di antaranya Grit, Manggarai antara lain dikenal Ruci, dan Mabar di antaranya disebut Rompong. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










