Dengan mengatasi persoalan anggaran, ketimpangan antarmoda, serta beban biaya tidak terduga secara fundamental, cita-cita mewujudkan angkutan barang yang selamat dan efisien di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi agenda yang terus tertunda.*
Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat
Editor : Wall Abulat










