Wakil Bupati Berni mengatakan, persoalan sampah dan limbah B3 bukan lagi persoalan yang hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan.
Ini berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, bahkan menyentuh cara kita membangun dan menata daerah, katanya.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat cara kita bekerja. Apa yang diperoleh di sini harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing daerah,” tambah Wakil Bupati.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk menangani sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Namun, penerapannya harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu, bukan alasan untuk mengabaikan upaya pengurangan sampah.
“Pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari kepastian volume dan karakteristik sampah, kesiapan teknologi, pembiayaan, hingga pengendalian emisi dan pengelolaan residu hasil pengolahan,” jelas Wakil Bupati. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










