Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI - FloresPos Net - Page 3

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mereka dibentuk oleh lingkungan belajar yang memberi ruang bagi empati dan keberanian. Semangat itu sejalan dengan Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bersama PUSPEKA Kemendikdasmen pada 2 Oktober 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Rusprita Putri Utami, S.E., M.A., memaparkan pola peer support Look, Listen, Link: melihat, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menghubungkan teman dengan orang dewasa yang dipercaya.

Pelatihan LKLB yang digagas Institut Leimena telah menjangkau lebih dari 12.000 pendidik dan penyuluh agama dari 38 provinsi.

Baca Juga :  Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Pesannya jelas: persatuan tidak cukup dideklarasikan, ia harus menjadi kebiasaan sekolah, termasuk bagi generasi muda NTT yang merawat bahasa ibu tanpa meminggirkan bahasa persatuan.

Hoaks: Musuh Baru Persatuan

Jika persatuan bertumpu pada bahasa dan narasi bersama, kebenaran adalah napasnya. Wardle dan Derakhshan (2017) membedakan tiga gangguan informasi: misinformation (keliru tanpa niat menyesatkan), disinformation (sengaja menipu), dan malinformation (benar tetapi dipakai untuk melukai).

Baca Juga :  Korupsi dan Cara Pandang Terhadap Kekayaan

Hoaks berbau SARA bekerja berlawanan dengan Sumpah Pemuda: memecah “kita” menjadi “kami” dan “mereka”.

Masalahnya bukan hanya niat jahat segelintir orang. Studi Vosoughi, Roy, dan Aral (2018) menemukan bahwa berita palsu menyebar lebih jauh dan lebih cepat daripada berita benar, terutama karena manusia yang membagikannya, sering kali karena marah atau takut.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Berita Terbaru

Feature

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:51 WITA

Nusa Bunga

Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:45 WITA

Nusa Bunga

PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:47 WITA

Perayaan syukur tahbisan imamat RP. Fransiskus Carli Kau, SVD di Paroki St Fransiskus dan St Clara Aimere pada Jumat (16/10/2026).

Nusa Bunga

Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:45 WITA