Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan - FloresPos Net - Page 4

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perspektif ini menuntut kita mengubah ukuran keberhasilan pembangunan. Keuntungan ekonomi tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan ketika warga berisiko kehilangan kesehatan, sumber penghidupan, dan lingkungan yang layak. Hutan, tanah, air, dan udara menopang kesejahteraan bersama.

Konsep ekologi integral dalam nomor 137 sampai 162 menegaskan bahwa persoalan lingkungan berkaitan dengan ekonomi, kehidupan sosial, kebudayaan, dan kebijakan publik (Fransiskus, 2015, no. 137-162).

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup dengan memadamkan api. Kita perlu memperbaiki tata kelola lahan, meningkatkan pengawasan, membangun kesadaran masyarakat, dan memastikan kebijakan pembangunan tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.

Pertobatan Ekologis Harus Terlihat dalam Tindakan

Baca Juga :  Menakar Ilusi 12 Program "Sahabat Sejati": Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu

Gereja Katolik wajib menerjemahkan iman kepada Allah Pencipta menjadi tindakan nyata. Laudato Si’ nomor 217 menyerukan pertobatan ekologis yang mengubah cara manusia berpikir, bersikap, dan bertindak terhadap ciptaan (Fransiskus, 2015, no. 217).

Seruan itu sejalan dengan Gaudium et Spes nomor 69. Dokumen itu menegaskan bahwa bumi dan segala isinya diperuntukkan bagi semua orang. Penggunaan sumber daya alam harus memperhatikan keadilan dan kesejahteraan bersama (Konsili Vatikan II, 1965, no. 69).

Di Flores, pertobatan ekologis dapat dimulai dari langkah konkret. Warga berhenti membakar lahan secara sembarangan, terutama saat vegetasi mengering dan angin bertiup kencang. Pemerintah desa mengidentifikasi kawasan rawan kebakaran. Pemerintah daerah memperkuat koordinasi antara aparat, petugas pemadam, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Baca Juga :  Dampak Positif Pembukaan Kembali Bandara Frans Seda Maumere yang Tutup Akibat Abu Vulkanik Lewotobi Laki-laki

Gereja lokal juga dapat mengambil bagian melalui paroki, sekolah Katolik, komunitas basis gerejawi, dan kelompok orang muda. Pendidikan lingkungan perlu masuk ke katekese, pendalaman Kitab Suci, dan kegiatan pastoral.

Umat dapat mengembangkan gerakan pencegahan kebakaran, perlindungan mata air, pengelolaan sampah, dan penanaman pohon sesuai kondisi ekologis setempat. Sejumlah komunitas adat memiliki aturan tentang waktu membuka kebun, menjaga hutan, dan merawat mata air. Aturan itu lahir dari pengalaman panjang hidup bersama alam.

Berita Terkait

Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA