Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang - FloresPos Net - Page 5

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada akhirnya, muara dari seluruh upaya perbaikan sistem ini adalah mengembalikan esensi koperasi yang melayani, bukan menjerat. Koperasi yang berlandaskan semangat kekeluargaan seharusnya tidak hanya berfokus pada aktivitas penyaluran pinjaman, melainkan memperhatikan kesejahteraan anggota, transparansi perjanjian, kemampuan membayar, dan perlindungan terhadap mereka yang mengalami kesulitan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengawasan dan perlindungan masyarakat dilaksanakan sesuai regulasi. Sementara itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap biaya pinjaman, mekanisme pembayaran, dan konsekuensi dari perjanjian yang ditandatangani.

Namun, kewaspadaan masyarakat tidak menghapus tanggung jawab lembaga keuangan. Keadilan menuntut agar semua pihak bertindak secara jujur dan tidak memanfaatkan kelemahan sesama.

Baca Juga :  Bola "Panas" Ada Pada Gibran

Dalam konteks Ajaran Sosial Gereja, ekonomi seharusnya tidak dipisahkan dari solidaritas dan kesejahteraan bersama. Keuntungan memang memiliki tempat yang sah dalam kegiatan usaha, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Dengan demikian, kita diajak untuk merenungkan visi tentang ekonomi yang memuliakan manusia. Praktik rentenir berkedok koperasi adalah masalah yang harus ditanggapi dengan analisis fakta, pengawasan, pendidikan, dan pendampingan.

Baca Juga :  Trauma Healing Anak SD dan PAUD di Tengah Duka Gempa Flores

Kritik tidak seharusnya diarahkan secara sembarangan kepada seluruh koperasi, melainkan kepada praktik yang terbukti tidak adil dan merugikan masyarakat. Karena itu, kita dipanggil untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata yakni dengan membangun literasi keuangan, mendampingi mereka yang terjerat utang, memperkuat ekonomi komunitas, dan mendorong sistem pembiayaan yang menghormati martabat manusia.

Pertanyaan yang harus diajukan bukanlah seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari suatu pinjaman, tetapi manusia seperti apa yang dibentuk oleh sistem ekonomi tersebut.

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Berita ini 595 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:57 WITA

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA