Sementara itu Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa pendekatan psikologis ini menjadi fokus penting kepolisian di samping penyaluran bantuan fisik. Pendampingan ini ditujukan untuk memulihkan keseimbangan mental anak-anak setelah mengalami peristiwa gempa.
“Kami ingin mengembalikan keceriaan dan rasa aman mereka, sehingga proses tumbuh tawa dan belajar bisa kembali normal tanpa trauma yang berkepanjangan,” ujarnya.
Tegas Kapolres Ende. “Kami hadir untuk memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak yang sempat terganggu akibat rasa takut saat gempa terjadi. Melalui permainan dan dukungan psikologis ini, kami ingin memastikan rasa aman serta keceriaan mereka kembali, sehingga mereka siap bangkit dan beraktivitas normal seperti sediakala.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










