Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi INTI Ende dan masyarakat Ende.
“Kalian berdua telah menjadi bagian dari generasi pertama yang merintis sebuah langkah penting: membuka jalan bagi anak-anak daerah untuk berani bermimpi lebih tinggi dan memperoleh kesempatan belajar di luar negeri, khususnya di China,” katanya.
“Sebagai perintis, tentu perjalanan kalian tidak hanya membawa nama pribadi. Ada harapan yang ikut kami titipkan di pundak kalian.Gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Roby.
Roby mengatakan beasiswa dari INTI dihadirkan dengan satu keyakinan pendidikan adalah jalan untuk membuka masa depan anak-anak daerah.
“Kami ingin semakin banyak anak Ende dan anak-anak dari daerah lainnya memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan pengalaman serta ilmu pengetahuan dari berbagai belahan dunia,” katanya.
Dikatakannya pada tahun pertama baru dari SMAK Syuradikara kedepanya kesempatan yang sama juga dibuka untuk sekolah lain di Kabupaten.
“Pertama SMAK Syuradikara dan kedepannya terbuka untuk sekolah lain di Ende. Tentunya akan melalui proses seleksi,” kata Roby.
Andraw, siswa yang akan berangkat ke Nantong University China mengatakan dirinya bangga mendapatkan kesempatan ini. Baginya kesempatan ini juga menjadi tantangan karena perintis kerja sama antara kedua lembaga.
“Kami adalah generasi perintis maka harus memberikan yang terbaik agar bisa membuka jalan bagi adik – adiknya,” katanya.
Andraw juga mengatakan, salah satu syarat saat mengikuti seleksi adalah menguasai bahasa inggris.
“Paling utama itu kita kuasai bahasa inggris. Jalan kita pasti terbuka,” katanya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










