Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko mengatakan, pasca gempa bumi tektonik, sebanyak 100 rombongan belajar pada 22 sekolah tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP di Kabupaten Sikka direkomendasikan untuk belajar di dalam tenda.
Patris sapaan karibnya mengatakan,dari 70 sekolah yang telah diidentifikasi oleh tim dari Dinas PKO bersama konsultan, terdapat 24 sekolah mengalami rusak berat dengan total 96 ruang kelas terdampak.
Untuk itu kata dia, sekolah yang ruangan kelasnya tidak bisa dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar maka akan didirikan tenda di lingkungan sekolah agar bisa dilaksanakan kegiatan belajar mengajar sementara di tenda.
“Dalam satu sekolah kadang tidak semua ruangan kelas mengalami kerusakan sehingga terkadang hanya satu dua rombongan belajar saja yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda,” terangnya.
Hari pertama kegiiatan belajar mengajar dilaksanakan hingga pukul 10.00 Wita dan belum berjalan normal dimana para siswa dan guru kembali membersihkan dan menata ruangan kelas.
Bupati dan Wakil Bupati Sikka juga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mengecek pelaksanaan kegiatan belajar mengajar termasuk mengunjungi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










