Arang dari tempurung kelapa dijual ke panampung seharga Rp10.000 per kilogramnya.
“Arang juga dijadikan briket yang bisa dipergunakan untuk memasak menggantikan kompor minyak tanah atau kayu bakar,” kata Agnes.
Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition/JET) merupakan upaya mendorong perubahan menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan dengan memastikan bahwa manfaatnya dapat diakses secara adil oleh seluruh kelompok masyarakat, terutama perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Di Flores Timur, upaya ini tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi energi terbarukan, tetapi juga terhubung erat dengan penguatan ekonomi hijau, pelestarian lingkungan, serta peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Direktur YPPS Melki Koli Barang menjelaskan,kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis ekonomi hijau yang mendukung transisi energi melalui pengolahan kopra putih, pemanfaatan energi surya, pengembangan briket tempurung kelapa, serta usaha-usaha produktif berbasis sumber daya lokal.
Melki menyebutkan, pihaknya bekerja sama dengan Oxfam dan Penabulu, mendorong perempuan menjadi aktor utama dalam pengembangan ekonomi hijau dan energi terbarukan di tingkat komunitas.
“Program ini membangun kapasitas perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan melalui pendekatan “Sekolah Kelapa” dan penguatan usaha produktif,” ungkapnya.
Selain itu kata Melki pihaknya mengajarkan pengembangan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan, serta penguatan kepemimpinan dan pengambilan keputusan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Maria Mone Soge salah satu perempuan muda penggerak pangan lokal di Flores Timur mengapresiasi penggunaan briket sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah dan kayu bakar untuk memasak.
Maria sebutkan,ada 3 dampak dari penggunaan briket yakni dampak lingkungan,dampak ekonomi dan dampak kemandirian energi.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










