ENDE, FLORESPOS.net-Rencana pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Niowula Kecamatan Detusoko di lahan sekolah SDN Wolomoni telah dibatalkan.
Lahan tersebut tidak layak dan merupakan aset milik Pemkab Ende yang dikelola oleh Dinas PK yang kedepannya akan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
Pemerintah Desa Niowula diminta segera berkomunikasi dengan tokoh adat (mosalaki) untuk mencari lahan lain demi kepentingan pembangunan gedung atau gerai KDMP di desa tersebut.
Hal ini ditegaskan dalam Musyawarah Desa yang digelar oleh BPD Niowula menyikapi polemik dan persoalan yang terjadi di Desa Niowula satu pekan terakhir. Musyawarah Desa berlangsung di Kantor Desa Niowula, Rabu (10/6/2026).
Musyawarah Desa dibuka oleh Ketua BPD Niowula, Fabianus Dau dan selanjutnya dipandu oleh Sekretaris Kecamatan Detusoko, Yulitha Fransiska.
Hadir dalam Musyawarah tersebut Kapolsek Detusoko, Iptu Ahmad Darengn, Plt Dandramil Detusoko, Letu Inf. Mohamad Nasir dan Sekcam Detusoko, Yulitha Fransiska.
Turut hadir anggota komisi I DPRD Ende, Ferdinandus Watu, Kepala Dinas PMD Ende, Adrianus Yosafat Muda, Kadis PK Ende, Venantius Minggu, Plt Kesbangpol Ende, Agnes Neta, staf dari Dinas Koperasi Ende, Kepala Desa Niowula, Vinsensius Papa, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Niowula.
Agenda Musyawarah Desa adalah membahas soal lahan untuk pembangunan KDMP pasca pembatalan lahan milik sekolah SDN Wolomoni.
Ketua BPD Niowula, Fabianus Dau mengatakan lembaga BPD memandang perlu membahana persoalan ini karena hingga saat ini belum ada lahan lain untuk pembangunan gerai KDMP di desa pasca polemik di lahan sekolah.
“Polemik yang kemarin di Niowula sudah selesai. Lahan itu batal untuk KDMP. Sekarang kita berkumpul di sini bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mencari lahan baru”.
Fabianus mengatakan pemerintah desa diminta segera mencari lahan baru untuk KDMP karena program ini merupakan program nasional. Jika tidak ditangkap maka akan berdampak pada realisasi dana desa.
BPD Niowula meminta kepada pemdes Niowula agar secepatnya berkomunikasi dengan tokoh adat di desa tersebut untuk mendapatkan lahan atau lokasi baru.
Rapat tersebut belum membuahkan hasil mendapatkan lahan baru untuk membangun gerai KDMP.
Para tokoh adat yang hadir pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa akan berbicara dan membahas lagi sebelum menghibahkan lahan kepada pemerintah desa.
“Kami bicara lagi baru putuskan soal ini. Karena tanah di desa ini sudah dibagi semua,” kata Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa.
Kepala Desa Niowula, Vinsensius Papa mengatakan pemerintah desa segera membangun pendekatan dan komunikasi dengan tokoh adat (mosalaki) terkait pengadaan lahan baru.
“Hari sabtu nanti kami bertemu para mosalaki untuk bicarakan ini”.
Vinsen mengharapkan dukungan dari masyarakat Niowula untuk program KDMP di desa.
Para Kepala Dinas yang hadir pada kesempatan itu menekankan pembangunan di desa penting bagi masyarakat dan harus dibicarakan dengan baik di tingkat desa bersama masyarakat.
“Pembangunan di desa itu untuk kepentingan masyarakat maka harus dibicarakan dengan baik. KDMP juga untuk masyarakat, pendidikan juga untuk masyarakat”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










