Pancasila Jangkar Moral Dalam Menghadapi Turbulensi Global - FloresPos Net

Pancasila Jangkar Moral Dalam Menghadapi Turbulensi Global

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 13:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, memimpin apel Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Tingkat Kabupaten Sikka di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jl. El Tari Maumere.

Dalam apel ini Bupati Sikka membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dikatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, dan Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik,” ujar Yudian dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Sikka.

Baca Juga :  Surya Paloh: NTT Salah Satu Lumbung Suara Nasdem

Dalam sambutan ini ditegaskan juga bahwa pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

“Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Yudian.

Lebih lanjut Yudian mengatakan, pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif.

“Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata dengan kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah yang merupakan pengejawantahan dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Kepada generasi muda sebagai penjaga masa depan, Yudian mendorong untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

Baca Juga :  Kami Ambil Sikap Walk Out Karena Dirugikan, Yance :  Harus Ikut Prosedur 

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan yang dibacakan Bupati Sikka ini Kepala BPIP mengajak semua komponen bangsa untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan dengan menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya.

Hadir pada apel Hari Lahir Pancasila ini Wakil Bupati Sikka ISimon Subandi Supriadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Herlindis Donatha da Rato pimpinan Forkopimda dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Adrianus Firminus Parera.

Hadir juga personil TNI, Polri, tokoh agama, para staf ahli, para asisten, para pimpinan perangkat daerah Lingkup Pemkab Sikka, para ASN, utusan mahasiswa dan pelajar, dan tamu undangan lainnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

WALHI NTT Tegaskan Industri Garam Skala Besar di Wilayah Pesisir Pulau Kecil Berpotensi Menimbulkan Berbagai Tekanan Ekologis
Ombudsman NTT Tekankan Reformasi Birokrasi Polri Harus Berorientasi pada Pelayanan Publik
WALHI NTT Minta Pemerintah dan APH Usut Tuntas Dugaan Peredaran Kayu Sonokeling Ilegal di TTU
Mensos RI Puji Antusias Masyarakat Ende Ikut Upacara Peringatan Harla Pancasila
Harla Pancasila jadi Momentum untuk Perkuat Komitmen Kebangsaan Ditengah Tantangan Zaman
BPOLBF Promosikan Desa Wisata Berkelanjutan Flores di The Meru Eco Tourism Week 2026
Sinergitas Pusat dan Daerah Kunci Keberhasilan Ketahanan Pangan di Manggarai Barat
Jelang Harla Pancasila Kunjungan ke Rumah Pengasingan Meningkat, Gedung Imakulata Tak Terawat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:53 WITA

WALHI NTT Tegaskan Industri Garam Skala Besar di Wilayah Pesisir Pulau Kecil Berpotensi Menimbulkan Berbagai Tekanan Ekologis

Senin, 1 Juni 2026 - 18:52 WITA

Ombudsman NTT Tekankan Reformasi Birokrasi Polri Harus Berorientasi pada Pelayanan Publik

Senin, 1 Juni 2026 - 18:38 WITA

WALHI NTT Minta Pemerintah dan APH Usut Tuntas Dugaan Peredaran Kayu Sonokeling Ilegal di TTU

Senin, 1 Juni 2026 - 17:12 WITA

Mensos RI Puji Antusias Masyarakat Ende Ikut Upacara Peringatan Harla Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 14:56 WITA

BPOLBF Promosikan Desa Wisata Berkelanjutan Flores di The Meru Eco Tourism Week 2026

Berita Terbaru

Opini

Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila

Senin, 1 Jun 2026 - 20:20 WITA