Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende, LBH Cendana Wangi Minta Selesaikan secara Adil dan Tidak Timbulkan Luka Sosial Baru - FloresPos Net

Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende, LBH Cendana Wangi Minta Selesaikan secara Adil dan Tidak Timbulkan Luka Sosial Baru

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) Cendana Wangi Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap  terkait penggusuran rumah di Jalan Irian Jaya, Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lama ini.

Pimpinan LBH Cendana Wangi Gregorius Upi Dheo, S.H., M.H. dalam rilis yang diterima Florespos.net, Rabu (6/5/2026), mengatakan LBH Cendana Wangi menyampaikan rasa prihatin.

LBH Cendana Wangi menaruh kepedulian yang mendalam terhadap kondisi yang dialami Bapak Robert Rudy de Hoog beserta keluarga besar yang sedang menghadapi persoalan tempat tinggal dan sengketa tanah di wilayah Kelurahan Potulando, Kabupaten Ende.

Bagi LBH Cendana Wangi, persoalan ini bukan hanya soal tanah atau bangunan semata, tetapi juga menyangkut kehidupan, sejarah pengabdian keluarga, rasa aman, dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Setelah Gunakan Hak Suara, Yustinus Sani Tegaskan Hal Ini

LBH Cendana Wangi memahami bahwa keluarga ini telah lama tinggal di lokasi tersebut dan menurut keterangan yang diterima, keberadaan mereka di tempat itu bukan tanpa dasar.

Melainkan karena adanya hubungan baik dan kepercayaan yang pernah diberikan oleh pihak misi SVD kepada keluarga mereka sejak dahulu.

Pihaknya juga memahami bahwa keluarga ini merasa sedih, bingung, dan takut menghadapi situasi yang terjadi saat ini, terlebih ketika persoalan yang menurut mereka belum selesai sepenuhnya justru berkembang pada tindakan-tindakan yang dianggap terburu-buru.

LBH Cendana Wangi berharap semua pihak dapat menahan diri dan lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan, dialog, serta musyawarah yang baik.

“Kami percaya bahwa persoalan seperti ini seharusnya diselesaikan dengan hati, komunikasi yang terbuka, dan penghormatan terhadap hak setiap orang untuk didengar,” kata Gregorius Upi Dheo.

Baca Juga :  Pertemuan Multi Stakeholder Ngada untuk AKI dan AKB, Hasilkan Lima Rekomendasi

Gregorius Upi Dheo juga berharap agar pemerintah, pihak terkait, maupun semua unsur masyarakat dapat bersama-sama mencari jalan penyelesaian yang damai, adil, dan tidak menimbulkan luka sosial baru bagi keluarga yang sedang menghadapi persoalan ini.

LBH Cendana Wangi hadir bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan untuk memastikan bahwa masyarakat kecil tetap mendapatkan pendampingan, perhatian, dan ruang keadilan dalam menghadapi persoalan hukum maupun sosial yang mereka alami.

“Kami percaya bahwa hukum yang baik adalah hukum yang tetap memiliki hati nurani,” kata Gregorius Upi Dheo. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Berita ini 444 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA