Jumat Agung, Labuan Bajo Hening - FloresPos Net

Jumat Agung, Labuan Bajo Hening

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 12:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Suasana Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami keheningan mendalam dari pagi hingga jelang malam pada Jumat (3/4/2026).

Situasi itu bertepatan umat Kristiani menjalani tradisi “kontemplasi” jalan salib Jumat Agung Tri Hari Suci Paskah Tahun 2026, termasuk umat Kristiani di Mabar.

Pantauan media ini di lokasi, prosesi jalan salib bermula dari lapangan Wae Sambi dan berakhir di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Dimulai jam 7.00 Wita dan selesai sekitar pukul 9.00.

Selama prosesi (jalan salib), umat terlihat memadati lorong-lorong jalan yang yang dilalui para pejalan salib. Mereka (umat) tampak kusuk berdoa dan bernyanyi walau dalam cuaca panas menyengat.

Sepanjang lorong jalan yang menjadi rute pejalan salib tampak hening. Tidak ada lalulalang kendaraan dan aneka bentuk kegaduhan lainnya, kecuali suara doa dan kidung nyanyi umat yang mengikuti jalan salib.

“Hening sekali. Berdoanya sangat kusuk. Kita bersyukur program Jumat Hening ini,” ungkap Sriyanti. “Luar biasa. Harap program “Silentium Magnum atau Jumat Hening”, ini jadi event tahun,” sambung Nat,” umat yang lain usai acara Jalan Salib tersebut.

Baca Juga :  Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera

Situasi hening tersebut terus berlanjut guna memberi ruang sepi buat umat Islam setempat yang hendak sholat. Lalu jedah sejenak.

Kemudian, suasana hening diterapkan kembali hingga menjelang malam. Hal itu untuk memberi ruang sunyi buat umat Kristiani yang hendak ikuti misa Jumat Agung di gereja-gereja di kota pariwisata super premium, Labuan Bajo.

Konon 2026 adalah tahun kedua program “Silentium Magnum atau Jumat Hening” diterapkan di Mabar, dimulai Tahun 2025.

Program tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para pemangku kepentingan tingkat Mabar. Implementasi Jumat Hening yakni nomor: Kesra.450/66/III/2026.

Tujuan dan maksudnya ada tiga. Pertama, menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk melakukan kontemplasi dan pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertepatan dengan momentum sakral Jumat Agung bagi umat Kristiani dan ibadah sholat Jumat bagi umat Muslim.

Kedua, mendorong seluruh masyarakat agar secara aktif mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sehingga dapat mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), mengurangi polusi udara, emisi karbon dan menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Warga Manggarai Barat Keluhkan Listrik, Imran: Dosa Besar Kalau Lupa Kebaikan Pater Waser

Ketiga, mempererat interaksi berkualitas dalam keluarga serta menumbuhkan empati dan toleransi antarumat beragama melalui pembatasan aktivitas eksternal.

Dalam kesepakatan bersama tersebut menegaskan, guna menjamin efektivitas implementasi kesepakatan ini, seluruh lapisan masyarakat Mabar diimbau mematuhi sejumlah hal.

Pelaksanaan Jumat Hening setiap tahun dilaksanakan bertepatan dengan hari Jumat Agung bagi umat Kristiani pada tahun berjalan dan dilaksanakan pada pukul 06.00 sampai pukul 11.00 Wita dilanjutkan pukul 14.00 sampai dengan 18.00.

Seluruh masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar lingkungan rumah, kecuali untuk pelaksanaan ibadah keagamaan sesuai jadwal masing-masing atau dalam situasi darurat (emergency) yang mendesak.

Sebelumnya Florespos.net memperoleh kesepakatan bersama program “Jumat Hening” di Labuan Bajo dari Kepala Dinas Perhubungan Mabar, Adrianus Gunawan.

Kesepakatan bersama hasil koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati Mabar di Labuan Bajo pada Selasa, 17 Maret 2026 itu terdiri dari Forkompinda, FKUB, Pimpinan Perangkat Daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Juga kesepakatan bersama tersebut menetapkan dan melaksanakan kebijakan “Jumat Hening” setiap tahun di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1603 Sikka Tanam Bakau Jaga Kelestarian Pesisir Pantai Reroroja
Paroki Reo Distribusikan Sayur Segar ke Puluhan Posko Penyintas Gempa
Damkar Sikka Bantu Padamkan Api di Sekitar Bandara Frans Seda Maumere
Jumlah Korban Jiwa Gempa Flores Capai 135 Orang
Kebakaran Lahan Kebun, Api Hampir Merambah Masuk ke Areal Bandara Frans Seda Maumere
Kondisi Memprihatinkan, Pasar Batu Cermin Mesti Direhabilitasi Segera
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:15 WITA

Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal

Kamis, 10 September 2026 - 11:10 WITA

BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WITA

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1603 Sikka Tanam Bakau Jaga Kelestarian Pesisir Pantai Reroroja

Rabu, 9 September 2026 - 15:56 WITA

Paroki Reo Distribusikan Sayur Segar ke Puluhan Posko Penyintas Gempa

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WITA

Damkar Sikka Bantu Padamkan Api di Sekitar Bandara Frans Seda Maumere

Berita Terbaru

Advertorial

Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal

Kamis, 10 Sep 2026 - 11:15 WITA

Plt. Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M. T. Marpaung,

Advertorial

BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif

Kamis, 10 Sep 2026 - 11:10 WITA