MAUMERE, FLORESPOS.net-Ratusan warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang yang terdiri dari orang tua , kakak dan keluarga besar korban dan perwakilan 10 suku di Rumanduru mendatangi Gedung DPRD Sikka, Jumat (27/3/2026).
Keluarga Noni korban siswi SMP MBC Ohe yang menjadi korban pembunuhan bersama aktivis PMKRI Cabang Maumere ingin menyampaikan isi hati mereka terkait penanganan kasus pembunuhan tersebut.
Warga menyampaikan kekecewaan mereka terkait penanganan proses hukum kasus pembunuhan siswi berusia 14 tahun ini yang sudah sebulan belum ada perkembangannya.
Massa bahkan sempat berusaha mendobrak pintu masuk ruang rapat DPRD Sikka karena terlalu lama menunggu di luar ruangan agar bisa menyuarakan pendapat mereka kepada wakil rakyat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Kami minta waktu sebentar karena sedang ada rapat bersama pemerintah,” kata Gorgonius Nago Bapa, Wakil Ketua DPRD Sikka berusaha menenangkan massa di depan pintu masuk ke ruangan.
Setelah lama menunggu, massa aksi pun akhirnya diperbolehkan masuk ke ruang rapat untuk berdialog bersama para wakil rakyat sekitar pukul 13.45 Wita.
“Silahkan perwakilan dari PMKRI Maumere dan keluarga korban menjelaskan maksud kedatangan ke gedung dewan ini,” kata Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi mempersilahkan perwakilan massa untuk bicara.
Belum sempat perwakilan PMKRI Maumere dan keluarga korban bicara, anggota DPRD Sikka Yosef Don Bosco, Stef Say dan Fabi Toa melakukan interupsi.
Ketiganya meminta agar RDP juga menghadirkan pihak Polres Sikka baik Kapolres Sikka atau yang mewakili agar bisa diketahui juga sampai sejauh mana penanganan kasus tindak pidana ini.
“Rapat kami skor untuk melakukan koordinasi dengan Polres Sikka agar bisa menghadirkan pihak kepolisian,” ujar Ketua DPRD Sikka, Stef Sumandi.
Setelah rapat diskors, RDP pun dilanjutkan dengan tanpa hadirnya Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, SIK dan hanya diwakili Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga.
Ketua PMKRI Maumere Fabianus Rowa menyebutkan pihaknya merasakan adanya kejanggalan dalam penanganan kasus pembunuhan ini dengan melihat fakta di lapangan.
“Maksud kedatangan kami datang ke DPRD Sikka karena dewan ini adalah wakil rakyat.Orang tua korban Noni adalah rakyat dan perwakilan suku-suku yang hadir juga rakyat sehingga kami datang kepada wakil rakyat,” ujar Fabianus.
PMKRI Maumere menyesal karena Kapolres Sikka tidak bisa hadir bahkan sejak aksi pertama hingga aksi ketiga ini Kapolres Sikka tidak pernah hadir untuk menjelaskan penanganan kasusnya hingga berdialog dengan massa aksi dan keluarga korban. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










