Bupati Sikka Harapkan Peningkatan Bandara Frans Seda Agar Pesawat Berbadan Lebar Bisa Dilayani Maksimal - FloresPos Net

Bupati Sikka Harapkan Peningkatan Bandara Frans Seda Agar Pesawat Berbadan Lebar Bisa Dilayani Maksimal

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka membangun sinergitas dan komunikasi yang baik dan intens bersama Kepala Bandara Frans Seda Maumere terkait pelayanan yang diberikan bandara.

Pihak Bandara Frans Seda pun sangat membantu sehingga berbagai rute penerbangan baru termasuk rute Makasar-Maumere dan Maumere-Makasar bisa dibuka kembali Selasa (10/3/2026) lalu.

“Berkat komunikasi yang baik akhirnya ada rude penerbangan baru Makassar-Maumere yang dibuka oleh Lion Air Group menggunakan pesawat Wings Air,” sebut Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (13/3/2026).

Saat acara penandatanganan naskah hibah aset Pemerintah Kabupaten Sikka kepada Kementerian Perhubungan, Juventus mengatakan sebagai bandara tertua di Flores, bandara Frans Seda butuh sentuhan baru dan sentuhan modern.

Dirinya berharap semoga ke depan dengan adanya kerjasama melalui penyerahan hibah aset, ada optimalisasi, peningkatan, dukungan dan bantuan dari Kementerian Perhubungan untuk pengembangan Bandara Frans Seda Maumere.

“Saat pembukaan rute Makasar-Maumere kami berdiskusi dengan manajer operasional, manajer area dari Lion Air terkait permintaan, usulan kami untuk membuka rute yang sebenarnya dahulu sebelum ada pandemi Covid-19 itu ada yakni di Denpasar-Maumere ,” ujarnya.

Baca Juga :  Obor Mas Satu-Satunya Kopdit di Indonesia Masuk SLIK Otoritas Jasa Keuangan

Juventus mengatakan, saat berdiskusi dengan kepala bandara Frans Seda Maumere dikatakan kalau demikian maka perlu ada peningkatan PCN bandara dari 360 ke 420.

Untuk runway atau landasan pacu, Bandara Frans Seda Maumere sudah memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 meter, bandara dengan runway terpanjang ketiga setelah Bandara El Tari Kupang dan Bandara Komodo Labuan Bajo.

Dirinya mengatakan Bandara Frans Seda nama ini diambil dari seorang tokoh asal Kabupaten Sikka yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan tetapi bandara ini masih kalah jauh fasilitasnya dibandingkan bandara El Tari Kupang dan Bandara Komodo Labuan Bajo.

“Jadi dengan penyerahan hibah aset oleh Pemda Sikka kepada Kementrian Perhubungan ini, kami berharap karena nama bandaranya Frans Seda rasa-rasanya bandaranya juga harus bagus,” tuturnya.

Juventus mengharapkan agar ada pengembangan Bandara Frans Seda Maumere dan hal ini semoga bisa menjadi atensi dari Kementrian Perhubungan supaya bisa ada pengembangan menjadi lebih baik.

Dirinya meyakini kalau kemudian ada pengembangan, ada optimalisasi seperti peningkatan PCN dari 360 ke 420, pengembangan terminal dan lain sebagainya bisa menjadikan Bandara Frans Seda sebagai pilihan penerbangan untuk wilayah Flores bagian timur.

Baca Juga :  Lantas Polres Sikka Lakukan Operasi Zebra Turangga 2025

‘Kami punya keterhubungan atau koneksi yang cukup dekat dengan Kupang, Makassar,Surabaya dan juga Denpasar. Semoga harapan dan permintaan yang kami sampaikan bisa menjadi atensi Kementrian Perhubungan,” harapnya.

Untuk diketahui. PCN (Pavement Classification Number) 360 adalah angka yang menunjukkan kapasitas daya dukung beban perkerasan landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), atau apron bandara yang sangat tinggi, yang memungkinkan operasi pesawat berat tanpa batasan.

Angka 360 dalam PCN tersebut menandakan nilai kekuatan struktural permukaan bandara yang sangat kuat.

Sedangkan PCN 420 atau perkerasan sebesar 420 digunakan sebagai indikator ketahanan mekanis perkerasan landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), atau apron terhadap beban pesawat.

Nilai PCN yang tinggi (seperti 420, 430, 450) menunjukkan bahwa perkerasan bandara tersebut memiliki daya dukung beban yang sangat kuat.

Bandara dengan nilai PCN tinggi, seperti dalam rentang 400-an, dirancang untuk melayani pesawat berbadan lebar (wide-body aircraft) dengan beban operasional yang berat. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

Berita Terbaru