MAUMERE, FLORESPOS.net-Kepolisian Resort (Polres) Sikka melalui unit Lantas Polres Sikka akan melakukan Operasi Zebra Turangga 2025. Operasi ini diharapkan dapat mendorong meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya.
Operasi Zebra Turangga 2025 juga bertujuan meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
“Kami akan melakukan operasi zebra dengan sandi Turangga 2025,” sebut Kasat Lantas Polres Sikka Iptu Luthfi Satria Nugraha saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
Luthfi menjelaskan, operasi zebra tersebut akan dilaksanakan selama dua pekan sejak Senin (17/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025) guna menindak pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas.
Dia menyebutkan, sasaran operasi yakni pengendara yang menggunakan telepon genggam (handphone) saat berkendara, pengendara dibawah unur yang mengendarai kendaraan di jalan, berboncengan saat mengendarai sepeda motor lebih dari saru orang.
“Pelanggar yang ditindak termasuk pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, berkendara dibawah pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas dan berkendara melebihi batas kecepatan.
“Bila ditemukan pengendara yang melanggar maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Data dari Lantas Polres Sikka, selama tahun 2024, Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023.
Selama tahun 2023 hanya terjadi 69 kasus Lakalantas, sementara di tahun 2024, jumlah kasus Lakalantas meningkat menjadi 88 kasus yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.
Selama tahun 2024 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 30 orang sedangkan tahun 2023 lalu jumlah korban meninggal dunia sebanyak 38 orang.
Tahun 2024 bila dibandingkan dengan tahun 2023 lalu memang kasus kecelakaannya meningkat tapi jumlah korba jiwa di tahun 2024 mengalami penurunan.
Untuk korban luka berat, tahun 2023 berjumlah 55 orang sementara tahun 2024 ada peningkatan menjadi 63 orang akibat Laklantas. Sedangkan luka ringan juga mengalami peningkatan dari 71 orang di tahun 2023 menjadi 88 orang di tahun 2024 ini. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










