Petani Harus Jaga Siklus dan Keseimbangan Alam, Jangan Basmi Musuh Alami Tanaman - FloresPos Net

Petani Harus Jaga Siklus dan Keseimbangan Alam, Jangan Basmi Musuh Alami Tanaman

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Petani Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT khususnya, harus menjaga siklus dan keseimbangan alam, jangan basmi musuh alami tanaman.

Demikian Albertina Muku, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Muda pada Bidang Penyuluhan dan Proteksi Tanaman (PPT)Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar.

Muku sampaikan itu ketika berdiskusi dengan pengurus dan anggota Kelompok Tani (Poktan) Lestari Satu Desa Wae Wako, Kecamatan Lembor Mabar belum lama berselang di markas Poktan tersebut di persawahan Lembor. Poktan Lestari Satu bagian dari daerah irigasi (DI) Lembor-Mabar.

Menurut Muku, pentingnya menjaga siklus dan keseimbangan alam serta jangan basmi musuh alami tanaman, antara lain demi tidak terjadi ledakan populasi hama dan penyakit tanaman atau organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman padi sawah dan lain-lain.

Baca Juga :  SMPK Frater Maumere Jadi Inspirator Sains Bangkitkan Perubahan di Kabupaten Sikka

Musuh alami tanaman (OPT) saling makan memakan. Dengan begitu akan terjadi keseimbangan alam, terjadi siklus rantai makanan.

Untuk itu pula, para petani juga diharapkan jangan selalu gunakan obat-obatan kimiawi untuk memberantas hama dan penyakit tanaman/OPT.

“Jangan setiap kali ada serangan hama-penyakit pakai pestisida (obat-obatan kimiawi). Kalau terus menerus begitu bisa kuras unsur hara tanah. Pestisida itu pilihan terakhir,” kata Muku.

Ia pun meminta petani kalau tanam padi secara serempak dengan pola jajar legowo. Ini terkait erat untuk menekan/ meminimalisasi serangan hama dan penyakit pada tanaman, ujar Muku.

Baca Juga :  Sembilan Potensi Bencana di Manggarai Barat

Sarjana Pertanian yang eks guru SD 12 tahun itu juga menghimbau petani agar jangan melakukan alih fungsi lahan, karena kelak itu akan mengurangi lahan pertanian. Disamping Mbay-Nagekeo, Mabar salah satu sentra produksi padi/beras di NTT, tambah Muku.

Hadir kesempatan itu antara lain Kepala Bidang PPT pada DTPHP Mabar Fransiskus Juru, Ketua Poktan Lestari Satu Bonifasius Rohim dan anggota Poktan di antaranya Rofus Kawur.

Dilansir media ini sebelumnya, petani Manggarai Barat diajak budayakan tanam serempak, Kawur: tambahkan trakor. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru
Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi
Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini
PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan
Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata
Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:50 WITA

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WITA

Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WITA

Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WITA

PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15 WITA

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru