LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dugaan kejahatan ekonomi, kejahatan harga di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT mulai terendus.
Anggota DPRD Mabar, Martinus Warus, menyorotnya pada paripurna penyampaian LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Bupati Mabar 2025, bertempat di ruang rapat utama dewan di Labuan Bajo baru-baru ini, khusus pada sesi dialog lisan.
Menurut Warus, dugaan praktek kejahatan ekonomi di kota-kota pariwisata, seperti Labuan Bajo, ditengarai telah jadi rahasia umum. Terkesan ada kejahatan harga. Harga-harga tidak terkendali.
Untuk itu pemerintah diminta hadir di sana supaya dugaan pratek kejahatan ekonomi tidak terulang. Agar dugaan kejahatan harga tidak terus terjadi. Harga-harga tidak terkendali segera diatasi, dinormalkan, ujar Warus.
Pada kesempatan yang sama anggota Dewan, Antonius Aron, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar segera mengatasi longsoran jalan di kampung Lara, Kecamatan Sano Nggoang.
Jika tidak segera ditangani, dikewatirkan kerusakan jalan akibat longsoran tersebut akan semakin parah, melebar luas, kata Aron.
Menanggapi suara Warus dan Aron, Bupati Mabar Edistasius Endi menegaskan, hal-hal yang sampaikan kedua wakil rakyat Mabar menjadi perhatian pemerintah untuk tindak lanjuti, katanya singkat.
Sidang paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Mabar Benediktus Nurdin, didampingi Wakil Ketua Dua Sewargading S. J. Putera. Hadir wakil rakyat Mabar dan jajaran Pemkab Mabar dipimpin Bupati Endi. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










