BORONG, FLORESPOS.net-Abrasi pantai di sepanjang wilayah Kelurahan Pota, Desa Nampar Sepang dan Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengancam rumah warga.
Warga Kelurahan Pota Ahmad Ja’far mengatakan abrasi pantai terus meluas hingga ke rumah warga, bahkan beberapa dapur, WC terancam ambruk. Abrasi pantai terjadi di sepanjang Kelurahan Pota, Desa Nanga Mbaur dan Desa Nampar Sepang.
“Abrasi pantai tersebut sudah terjadi selama lima tahun terakhir. Sebagian lahan warga susah hilang akibat abrasi pantai. Belasan rumah warga sudah terancam ambruk,” katanya kepada Florespos.net, Jumat (27/2/2026).
Menurut Ahmad Jafar, pada musim hujan, hempas ombak besar dengan mudah masuk sampai di rumah warga. Abrasi pantai terus bertambah setiap tahun, ini tentu terus merugikan perumahan penduduk setempat.
Pada awal penduduk tinggal di dekat pantai tetapi karena sekarang sudah pindah jauh ke daratan. Saat ini tidak ada tanggul atau penahan ombak di pantai membuat warga yang berprofesi sebagai nelayan was-was karena takut rumah rusak diterjang ombak.
Ahmad Jafar bilang, abrasi juga tidak hanya mengancam rumah warga tetapi juga merusak tempat ibadah.
Di beberapa titik sudah ada tanggul pasir di tepi pantai untuk memecah ombak. Namun dari tahun ke tahun abrasi terus mengancam rumah.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar abrasi pantai dapat segera diatasi.
Warga sudah berjuang dengan menanam bakau, kedondong, dan beberapa jenis pohon lainnya agar abrasi tidak meluas namun karena derasnya ombak pohon ikut tumbang.
“Kami berharap pemerintah segera membangun Tanggul karena tidak hanya rumah warga, juga beberapa sawah milik warga ikut terkikis,” tutup Ahmad Jafar. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Wentho Eliando










