Irigasi Belum Rampung, Petani Gunakan Mesin Pompa - FloresPos Net

Irigasi Belum Rampung, Petani Gunakan Mesin Pompa 

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Pota, Manggarai Timur membajak sawah menggunakan traktor.

Petani Pota, Manggarai Timur membajak sawah menggunakan traktor.

BORONG, FLORESPOS.net-Petani Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggunakan mesin pompa untuk menyedot air sumur agar bisa mengairi sawah.

Petani Pota, Julfin Ahmad kepada Florespos.net, Senin (23/2/2026) mengatakan, mengatasi kekurangan air yang mengalir ke sawah para petani terpaksa menyedot air dari sumur, kalau tidak petani terancam gagal tanam.

Dia mengatakan, sebagian petani baru mulai menyiram bibit. Saat ini seharusnya padi sudah berumur 1,5 bulan dan masa panen biasanya bulan April.

Baca Juga :  18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Lebih lanjut Julfin mengatakan terlambat masa tanam akan berdampak pada penurunan produksi padi. Taman padi membutuhkan banyak air di masa awal. Tahun ini mereka mengeluarkan dana banyak untuk membeli bahan bakar untuk mesin pompa.

Saat ini, untuk selokan irigasinya dari arah Biting Nanga Mbaling ke Pota sudah aktif sementara yang di Pota bagian Bonto Tengah masih dalam tahap pengerjaan.

Baca Juga :  75 Sekolah Siap Bertanding Dalam Lomba Cerdas Cermat Peringati HUT Partai Golkar di Maumere

Mereka berharap pihak kontraktor secepatnya menyelesaikan pekerjaan saluran supaya air bisa mengalir ke petak sawah.

Untuk diketahui Saluran Irigasi Wae Timu Sengit dan Wae Tiwu Sengit dan Wae PT Adi Karya dan subkontraktor CV Delta Flores. Kontrak kerja berakhir pada 28 Desember 2025. *

Penulis : Albert Harianto

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kolaborasi Unipa dan Politeknik PNK Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Desa Wairbleler
Tim DLH Turun ke Lokasi Pabrik Tahu Tempe Lokoboko, Pemilik Sebut Ada Gangguan IPAL dan Human Eror
Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’
Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur
Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas PK Ende Naik Tahap Penyidikan, Tim Penyidik Kejari Segera Turun ke 40 Sekolah
PSSI Ende Tunjuk Cicih Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flores Timur
Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon
Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:02 WITA

Kolaborasi Unipa dan Politeknik PNK Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Desa Wairbleler

Minggu, 1 November 2026 - 19:18 WITA

Tim DLH Turun ke Lokasi Pabrik Tahu Tempe Lokoboko, Pemilik Sebut Ada Gangguan IPAL dan Human Eror

Minggu, 1 November 2026 - 13:53 WITA

Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:02 WITA

Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:22 WITA

Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas PK Ende Naik Tahap Penyidikan, Tim Penyidik Kejari Segera Turun ke 40 Sekolah

Berita Terbaru