Harga Sembako di Pasar Inpres Waiwerang Relatif Stabil Selama Ramadan - FloresPos Net

Harga Sembako di Pasar Inpres Waiwerang Relatif Stabil Selama Ramadan

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Aktivitas jual beli sembako di Pasar Inpres Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (24/2/2026), berlangsung seperti biasa.

Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga, harga sejumlah bahan pokok terpantau relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami perubahan.

Seorang penjual sembako di Pasar Inpres Waiwerang, Ibu Siti, mengatakan harga kebutuhan pokok pada dasarnya tidak jauh berbeda antara hari biasa dan bulan Ramadan.

“Harga sembako tu biasa kadang harga naik, kadang juga harganya turun. Jadi memang harganya tu mau hari-hari biasa atau Ramadhan ni sama saja,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Menurut Ibu Siti, beberapa barang memang sesekali mengalami perubahan harga, terutama mi instan dan telur.

“Biasanya tu harga sembako yang kadang ada perubahannya tu kayak mie dengan telur. Kalau biskuit harganya tetap, ada yang Rp. 112.000, kadang ada yang Rp. 114.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan harga tersebut tidak terlalu memengaruhi tingkat penjualan.

“Tidak juga, karna biasanya dong datang mau beli atau tidak tu tergantung kita pu nasib saja. Jadi untuk harganya tidak pengaruh juga di penjualan,” katanya.

Adapun barang yang paling banyak dicari pembeli selama Ramadan, menurutnya, adalah gula dan terigu.

Baca Juga :  Terima Putusan MK, Lukman Riberu-Zakarias Paun Ucapkan Selamat kepada Anton Doni dan Ignas Uran

“Biasanya untuk sembako yang orang banyak tu gula-gula kristal dengan terigu kompas tu juga banyak orang cari,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pembeli sembako, Irwan, yang berprofesi sebagai guru, mengaku tidak merasakan lonjakan harga yang signifikan selama Ramadan tahun ini.

“Terakhir saya beli sembako kayak beras, telur, minyak, terigu dan saya merasakan bahwa selama Ramadan ini sembako tetap stabil. Paling perbedaan harga mungkin saja di telur,” ujarnya, Selasa (24/2/2026) di Pasar Inpres Waiwerang.

“Telur kemarin terakhir saya beli itu Rp65.000 yang awalnya cuma Rp63.000 atau Rp62.000 kalau nggak salah. Sekarang naik sekitar sedikit saja, jadi saya rasa relatif stabil selama Ramadan ini,” tambah Irwan.

Irwan menegaskan, perubahan harga paling terasa memang terjadi pada telur.

“Iya, telur saja sih itu yang ada perubahan dari hari-hari biasanya dengan bulan Ramadan. Dan itu juga saya cuma beli di satu tempat, tidak tahu di tempat yang lain, mungkin ada perubahan, cuman saya tidak sampai ke tempat yang lain untuk membeli,” katanya.

Untuk menyiasati kemungkinan perubahan harga, Irwan biasanya membandingkan harga di beberapa toko sebelum membeli.

“Kalau saat harga berubah, saya akan membandingkan beberapa harga di beberapa toko. Misalnya di toko A di harganya sekian lebih tinggi atau misalnya 15 ribu, saya akan cari ke toko B, C, D untuk membandingkan harga,” katanya.

Baca Juga :  Selama Tahun 2025, Kopkardios Ruteng Kucurkan Dana Rp 37 Miliar Majukan Usaha Anggota

“Ketika di toko lain harganya lebih murah, maka saya akan beli di toko tersebut. Tapi seandainya harganya benar-benar sama, maka ya sudah, saya akan beli di mana saja,” katanya lagi.

Selama Ramadan, ia paling sering membeli beras dan telur karena kebutuhan rumah tangga.

“Selama Ramadan ini barusan beras sih, karena kebetulan stoknya habis. Kemudian beli beras dan juga telur, dengan harga yang tetap sama, Rp. 15.000 per kilo itu untuk beras dan untuk telurnya itu Rp. 65.000 ribu per satu rak,” tutur Irwan.

Menurut Irwan, pertimbangan utama saat berbelanja sembako adalah kebutuhan di rumah.

“Pertimbangannya apa ya benar-benar kalau misalnya stoknya habis di rumah itu pasti harus beli kan. Karena sembako kan keperluan kita setiap hari. Jadi kalau benar-benar habis, baru keluar cari di pasar,” ujarnya.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, aktivitas jual beli di Pasar Inpres Waiwerang tetap berjalan dengan ritme yang akrab.

Para pedagang dan pembeli saling berinteraksi seperti biasa, memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menjaga tradisi belanja menjelang waktu berbuka dan sahur. *

Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Stikes Nusantara Kupang Buka SPMB TA 2026/2027, Almendho: Kami Satu-satunya Prodi S1 Gizi Terakreditasi
Kepala BPN Nagekeo Pastikan Lahan Clear, Sekolah Rakyat di Kelurahan Lape Siap Dibangun
Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Pangan untuk 49.223 KK di Ende
Kades Tilang Sukses Kembangkan Hortikultura dan Bina Masyarakat Bertani
Kemensos Akan Bangun Jembatan Gantung di Makipaket Mbay 2
Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Tilang One Farm Sukses Bina Anak Muda Bertani Hortikultura
Pemkab dan Kantor Pertanahan Nagekeo Teken MoU, Perkuat Sinergi Program Pertanahan untuk Percepatan Legalisasi Aset
MPMX Perkuat Komitmen ESG Melalui Transplantasi Terumbu Karang, Dukung Pelestarian Laut dan Ekonomi Masyarakat di Labuan Bajo
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:04 WITA

Stikes Nusantara Kupang Buka SPMB TA 2026/2027, Almendho: Kami Satu-satunya Prodi S1 Gizi Terakreditasi

Sabtu, 18 April 2026 - 18:55 WITA

Kepala BPN Nagekeo Pastikan Lahan Clear, Sekolah Rakyat di Kelurahan Lape Siap Dibangun

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WITA

Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Pangan untuk 49.223 KK di Ende

Sabtu, 18 April 2026 - 12:18 WITA

Kades Tilang Sukses Kembangkan Hortikultura dan Bina Masyarakat Bertani

Sabtu, 18 April 2026 - 10:56 WITA

Kemensos Akan Bangun Jembatan Gantung di Makipaket Mbay 2

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Pangan untuk 49.223 KK di Ende

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:52 WITA

Nusa Bunga

Kemensos Akan Bangun Jembatan Gantung di Makipaket Mbay 2

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:56 WITA