Dari Dapur ke Sekolah Hingga Lapangan Kerja–Cerita Program MBG Keba Baipito di Flores Timur - FloresPos Net

Dari Dapur ke Sekolah Hingga Lapangan Kerja–Cerita Program MBG Keba Baipito di Flores Timur

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah kini ditunggu-tunggu siswa-siswi di Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program MBG menjadi penyemangat anak-anak untuk bersekolah.

Siswa SMP Negeri 2 Oka, Juan Nanggo Liwun merupakan salah satu peserta didik yang sangat antusias menerima program MBG. “Masakannya enak sekali. Ada daging, sayur, dan buah. Pokoknya lengkap,” katanya.

Tak sekadar lezat dan bergizi, siswa kelas VII ini mengaku program MBG membuat dirinya bisa menabung dari uang jajan yang diberikan orang tuanya. “Di sekolah sudah siapkan makan jadi uang jajan bisa disimpan,” celoteh Juan.

Berkualitas dengan Kontrol Ketat

Makanan bergizi yang dinikmati Juan dan teman-temannya, disiapkan melalui proses panjang dan teliti oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keba Baipito beralamat di jalan Soekarno-Hatta, Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur.

Setiap hari, SPPG ini melayani 18 titik sekolah meliputi 8 TK/KOBER dan 10 SD hingga SMA/SMK dengan total 1.522 penerima manfaat.

Ignasius Satrio Muda Makin, Kepala SPPG Keba Baipito, menjelaskan, penyediaan ribuan porsi makanan bergizi merupakan operasi logistik dan kuliner yang berjalan hampir 24 jam sehari.

Satrio menjelaskan proses pengolahan MBG melewati beberapa tahap yakni persiapan, pengolahan, pemorsian, dan distribusi. Operasi ini melibatkan koordinasi antara Tim Gizi dan Akuntan dalam setiap proses tahapannya.

Baca Juga :  Bacabup "Lazkar Ribu Ratu" Sambangi Masyarakat Desa Terpencil Lewotanaole

“Dalam tiap tahapannya ini melibatkan kontrol yang ketat oleh tim gizi dan akuntan, mulai dari persiapan hingga distribusi,” tegas Satrio.

Satrio menjelaskan setiap bahan baku yang masuk ke dapur melalui proses pemeriksaan dua pintu. Pemeriksaan kuantitas oleh tim akuntan untuk memastikan jumlah sesuai pesanan dan pemeriksaan kualitas bahan baku oleh Tim Gizi.

“Pembelanjaan bahan baku basah seperti ayam dan ikan dilakukan setiap hari tidak bisa distok. Bahan baku yang bisa distok adalah bahan baku kering seperti beras, bumbu, dan minyak. Kalaupun, ada yang tersisa sudah disimpan dalam tempat dengan temperature suhu yang sesuai,” ungkap Satrio.

Satrio menambahkan dalam proses pengolahan hingga menu makan siap saji diawali perhitungan cermat oleh ahli gizi. Mulai dari kandungan protein, serat, karbohidrat, vitamin, hingga mineral dipastikan terdapat pada menu yang disajikan.

Satrio menegaskan seluruh karyawan dalam bekerja wajib menaati Standar Operasional Prosedur (SOP). Mulai dari cuci tangan sebelum masuk ke dapur hingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kita terapkan SOP cuci tangan. Barang-barang karyawan disimpan di loket. Para karyawan wajib menggunakan APD sesuai divisi mereka masing-masing. SOP itu penting demi menjaga mutu makanan,” ungkap Satrio.

Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Satrio mengatakan hadirnya Dapur Keba Baipito program MBG ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal. Dapur ini memiliki 50 orang tenaga kerja yeng terdiri dari Kepala Dapur, Akuntan, dan ahli gizi.

Baca Juga :  Julie Laiskodat Fasilitasi Sosialisasi Infrastruktur Hijau di Flores Timur

Sedangkan, 47 orang lainnya adalah tenaga kerja relawan yang direkrut dari warga yang ada di sekitar Kec. Ile Mandiri.

“Ada orang muda, mama, dan bapa-bapa juga. Mereka masuk di divisi pengolahan, divisi persiapan bahan baku, tim masak, dan divisi distribusi serta kebersihan dan keamanan. Itu semua direkrut dari Masyarakat yang ada di sekitar sini,” ungkap Satrio.

Mohamad Syaiful Dawan (23), salah satu orang muda asal Delang mengaku sejak masuk bekerja di Dapur Keba Baipito Ia merasa secercah harapan.

Muhamad sendiri, dulunya 2 tahun hidup menganggur. Setiap harinya Ia bekerja sebagai pekerja serabutan. Kondisi finansialnya tidak stabil.

“Hasil nelayan itu tidak semacam dulu. Sekarang ini karena perubahan iklim cuaca tidak menentu. Hasilnya juga tidak pasti. Tapi sekarang, kalau kerja disini setiap bulan saya punya kepastian penghasilan tiap bulan,” tutur Muhamad.

Muhamad mengaku pola hidupnya mulai berubah sejak bekerja sebagai Sekuriti di Dapur Keba Baipito. Hidupnya, mulai terpola dengan bangun pagi karena Pukul: 08.00 pagi, Ia harus sudah absen di Dapur.

“Sekarang seperti sudah ada harapan hidup. Jadi, mulai disiplinkan diri. Segala aktivitas sudah di atur waktunya agar tidak mengganggu kerja di dapur,” ungkap Muhamad. *

Penulis : Tomo H. (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 2,431 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA