Kelompok Dampingan Balai Besar KSDA NTT di Longos Siap Produksikan Abon Ikan Cara dan Salome Ikan - FloresPos Net

Kelompok Dampingan Balai Besar KSDA NTT di Longos Siap Produksikan Abon Ikan Cara dan Salome Ikan

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta menyatakan komitmen untuk menyukseskan produksi olahan abon ikan cara, produk salome ikan dan aneka produk lainnya di Kantor Desa Pontianak, Kamis (12/2/2026). Foto Kordianus Larum.

Para peserta menyatakan komitmen untuk menyukseskan produksi olahan abon ikan cara, produk salome ikan dan aneka produk lainnya di Kantor Desa Pontianak, Kamis (12/2/2026). Foto Kordianus Larum.

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dua kelompok perempuan di Pulau Longos yakni Kelompok Perempuan Mekar Baru Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, dan kelompok Kabrina Desa Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat menyatakan siap untuk memproduksikan Abon ikan Cara, salome ikan, kerupuk ikan, ikan kering packing, dan tutumpi ikan.

Kesiapan untuk memproduksikan abon ikan, salome ikan dan aneka hasil olahan ikan di atas disampaikan dua kelompok peningkatan kapasitas kelompok perempuan Pulau Longos tepatnya Kelompok Mekar Baru Desa Pontianak, Kecamatan Boleng dan Kelompok Kabrina Desa Nanga Kangor Barat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

Ada pun pengurus inti dua kelompok ini di mana Mekar Baru dipimpin Ibu Suryati (Ketua), Mandasia (Sekretaris), dan Fitriani (Bendahara).

Sementara Kelompok Tani Hutan (KTH) Kabrina Desa Nanga Kantor, Kecamatan Macang Pacar dengan komposisi pengurus Elfira (Ketua), Afriani (Sekretaris), dan Arianan Sofitra (Bendahara).

Komitmen dua kelompok ini disampaikan di hadapan North Landscape Seascape Coordinator Project In Flores Mulya Hutomo, S.Pi, M.Si; Kepala Resor KSDA Wilayah Labuan Bajo Sahudin, Kades Pontianak Syarifudin, S.Ag, dua dosen STIE Karya Kordianus Larum, S.Ak, M.Ak dan Rikardus Nardin, S.E., M.M.

“Kami siap memproduksi dan memasarkan aneka produk abon ikan cara, kerupuk ikan, ikan salome, ikan kering packing, tutumpi ikan.”

Kelompok Usaha Mekar Baru dan Sabrina dibentuk usai 30 perwakilan perempuan dari dua desa sasaran mengikuti peningkatan kapasitas kelompok perempuan dan pengelolaan keuangan dan hasil produksi yang diselenggarakan Balai Besar KSDA NTT yang berlangsung di Kantor Desa Pontianak sejak Senin (9/2/2026) hingga Kamis (12/2/2026).

Balai Besar KSDA NTT melaksanakan pelatihan pada 6 desa di mana ada 2 desa di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yakni Desa Pontianak dan Desa Nanga Kantor Barat.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Timur tepatnya di Desa Nanga Mbaur dan Desa Golo Lijun, dan dua desa lainnya di Kabupaten Ngada tepatnya di Desa Lengko Sambi Utara dan Desa Tadho.

Dalam peningkatan kapasitas ini Balai Besar KSDA NTT melibatkan LNBM dengan narasumber dari STIE. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan IN FLORES GEF UNDP, Kementerian Kehuhutanm North Landscape and Seascape.

Untuk menyukseskan kegiatan di Pontianak, LNBM mempercayakan dan menugaskan beberapa nara sumber untuk membekali KTH yang dibentuk yakni North Landscape Seascape Coordinator Project In Flores Mulya Hutomo, S.Pi, M.Si; Kepala Resor KSDA Wilayah Labuan Bajo Sahudin dan Ferdinandus Boy Kali & Arakib R. Wuran Penyuluh Kehutanan Bidang KSDA Wilayah II Ruteng.

Baca Juga :  Pelatihan Peningkatan Kapasitas Keuangan KTH--Kolaborasi BKSDA NTT, In Flores dan LNBM

Sementara dari STIE Karya yang dipercaya jadi narasumber untuk kegiatan di Pontianak yakni Kordianus Larum, S.Ak, M.Ak dan Rikardus Nardin, S.E., M.M.

Sementara untuk kegiatan di Pota, Kabupaten Manggarai Timur yang dipercaya menjadi narasumber dua dosen STIE Herlulianus Sapa Yovan, S.Akun.,MM dan Maria Y.D. Mahin, SS.,MM.

Sementara dua dosen STIE Karya lainnya Rosalia Heldy Nono, S.Kg.,MM dan Leonardus W.D. Setiawan, SE.,MM menjadi narasumber pelatihan serupa di Riung, Kabupaten Ngada.

Dalam program pengabdian masyarakat ini, para dosen STIE ini membawakan materi ceramah dalam kegiatan pembentukan dan peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan materi di antaranya membahas tema di antaranya Pengembangan KTH: pengembangan kelambagaan KTH Pengembangan Kapasitas Anggota KTH, dan pengembangan jaringan; Pembukuan Keuangan KTH, Monitoring, dan Evaluasi Pencatatan Keuangan; Pelaporan Keuangan KTH; Latihan pembukuan dan latihan dan latihan pelaporan, dan Latihan pengawasan keuangan.

Dari beberapa materi di atas para dosen membahas secara rinci terkait Job Description Pengurus KTH; Pemasaran dan Promosi : Strategi Pemasaran Hasil Hutan, Teknik Promosi Hasil Hutan, dan Pengembangan Jaringan Pemasaran; perencanaan keuangan KTH; Latihan Perencanaan keuangan.

Selain dosen STIE turut membawakan materi saat kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa Direktur Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) yang juga Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIE Karya Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th; dan tiga kru LNBM Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th; Walburgus Abulat, S.Fil dan Fransiskus Xaverius Suwardi, S.Fil.

Apresiasi

Untuk diketahui, kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa di Desa Pontianak dibuka Kades Pontianak Syarifudin, S.Ag.

Kades Syarifudin dalam sambutannya antara lain membeberkan pelbagai potensi wisata yang ada di Pulau Longos di antaranya ada satwa langak Komodo, burung kakatua jambul kuning, kelelawar, hutan mangrove, aneka wisata bahari, dan potensi aneka hasil ikan.

“Kita hendaknya menjaga potensi-potesnsi yang ada. Warga jangan bakar hutan, kita tanam pohon,” kata Kades Syarfudin.

Baca Juga :  Sejumlah Agenda Strategis BPOLBF Maret 2026

Kades Syarifudin pada kesempatan ini juga menyampaikan apresiasi kepada UNDP cq In Flores, Balai Besar KSDA NTT dan KSDA Wilayah 2 NTT, LNBM dan STIE Karya yang memilih dua desa di Pulau Longos sebagai kelompok dampingan peningkatan kapasitas.

“Dari hati yang dalam kami menyampaikan terima kasih kepada In Flores, Balai Besar KSDA NTT, KSDA Wilayah 2 NTT, LNBM dan STIE Karya,” kata Kades Syarifudin.

Warga Jaga Komodo

Sementara Kepala Resor KSDA Wilayah Labuan Bajo Sahudin dalam sambutannya mewakili Kepala Bidang KSDA Wilayah 2 dalam sambutannya antara lain meminta elemen warga Pulau Longos khususnya, dan warga Manggarai Barat umumnya untuk selalu menjaga Satwa yang dilindungi Komodo.

“Warga jaga Komodo dan aneka satwa yang dilindungi lainnya di Pulau Longos ini,” pinta Sahudin.

Viralkan Longos ke Indonesia dan Dunia

Sedangkan North Landscape Seascape Coordinator Project In Flores Mulya Hutomo, S.Pi, M.Si dalam sambutannya antara lain meminta semua elemen warga untuk mengelola pelbagai potensi yang ada secara baik.Saya minta agar elemen warga untuk mengelola pelbagai potensi yang ada di Pulau ini secara baik, kata Hutomo.

Hutomo juga mengingatkan warga bahwa suatu waktu Pulai Longos akan mengalami perkembangan seperti Labuan Bajo. Pulau Longos suatu waktu seperti Labuan Bajo. Pulau Longos memiliki potensi wisata untuk dikunjungi wisatawan.

“Wisatawan bisa menyelam, dan menikmati segala keindahan di Pulau Longos ini. Karena itu, saya minta agar kita sejak saat ini harus menjadi pelaku usaha. Kita menyiapkan homestay agar suatu waktu kalau Bule ke Pulau Longos sudah ada homestay,” katanya.

Koordinator In Flores pada akhir sambutannya meminta elemen warga untuk memviralkan Pulau Longos ke Indonesia dan Dunia.

“Saya minta kita semua untuk memviralkan Pulau Longos ke masyarakat di Penjuru Indonesia dan dunia,” katanya.

Sangat Antusias

Pantauan media ini kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Hasil Produksi diikuti warga dengan penuh antusias.

Peserta juga antusias mendiskusikan pelbagai hal terkait materi dan memberikan catatan kritis untuk kemajuan kelompok dan pengembangan usaha ke depannya.*

Penulis : Kordianus Larum (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati
Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas
RSUD Bajawa di Late Mulai Layani Pasien–‘Tersedia 4 Loket Sehingga Pasien Cepat Ditangani’
Himabris IKTL Gelar Story Telling Competition, Diikuti 6 SMP se Larantuka
Pernyataan WALHI NTT Terkait Proyek K-SIGN di Rote Ndao
WALHI NTT Tegaskan Industri Garam Skala Besar di Wilayah Pesisir Pulau Kecil Berpotensi Menimbulkan Berbagai Tekanan Ekologis
Ombudsman NTT Tekankan Reformasi Birokrasi Polri Harus Berorientasi pada Pelayanan Publik
Berita ini 255 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:38 WITA

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:28 WITA

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WITA

Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:22 WITA

RSUD Bajawa di Late Mulai Layani Pasien–‘Tersedia 4 Loket Sehingga Pasien Cepat Ditangani’

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:26 WITA

Himabris IKTL Gelar Story Telling Competition, Diikuti 6 SMP se Larantuka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:28 WITA

Nusa Bunga

Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas

Selasa, 2 Jun 2026 - 19:07 WITA