LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Adrianus Gunawan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, optimistis PAD (Pendapatan Asli Daerah) instansinya tahun 2026 bakal mencapai target.
Dishub meyakini pencapaian target tersebut karena ada pontensi, ditopang kerja keras OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bersangkutan, Dishub Mabar.
“Saya optimis PAD Dishub dua ribu duapuluh enam ini akan mencapai target. Tidak ada gunanya kalau kita sendiri tidak yakin. Optimis itu harus,” ujar Kadis Gunawan menanggapai media ini di Labuan Bajo baru-baru ini.
Diungkapkan, target PAD Mabar 2026 sebesar Rp. 310 miliar. Dari angka tersebut, Dishub diberi beban target 1 miliar 50 juta rupiah.
Terkait ini, kata dia, sejumlah potensi wajib digenjot Dishub Mabar. Di antaranya tagihan parkir kendaraan di tepi jalan umum, parkir khusus di lapanagan kampung Ujung dan di dermaga.
Untuk parkir tepi jalan umum, diberi target Rp. 600 juta, parkir khusus di lapangan kampung Ujung Rp. 400 juta, dan target penerimaan pakir kendaraan di area dermaga Rp. 50 juta.
“Diharapkan penerimaan tiga pos ini dapat tercapai seratus persen,” kata Gunawan.
Dalam menjalankan tugas, kata Gunawan, Dishub Mabar harus sesuai koridor aturaan. Jangan karena kejar PAD abaikan aturan, itu fatal.
Pihak Dishub khususnya, juga harus membayar pajak, bayar yuran sampah rumah tangga di mana pun dia tinggal di Labuan Bajo, itu melekat sebagai masyarakat, ungkap Gunawan.
Menyinggung capaian PAD Dishub Mabar tahun 2025, Gunawan berterus terang tak capai target. Target Rp. 839 juta, realisasi Rp. 609 juga.
Namun walau belum capai target di 2025, Dishub Mabar harus bekerja mati-matian demi tercapainya realisasi target PAD 2026. Bekerja sesuai regulasi yang berlaku.
“Memang ada kesan, kita naik (target PAD Dishub Mabar 2026) ke 500 (juta). Tapi ada argumentasinya. Ada potensi yang harus kita genjot. Ada lahan parkir Kampung Ujung, parkir tepi jalan umum dan dermaga,” ujar Gunawan.
Khusus parkir khusus di lapangan kampung Ujung ditangani salah satu BUMD Mabar kerja sama dengan Dishub. Namun tahun 2025 dimulai Juli, bukan dari awal tahun. Sehingga penerimaan dari situ hanya Rp. 148 juta, dan dari parkir tepi jalan umum realisasinya kurang lebih 400-an juta.
“Dengan adanya penataan dan pengawasan yang kita lakukan, tentu kita punya komitmen untuk mencapai target 1 miliar rupiah lebih di 2026 ini,” ujar Gunawan.
Mengejar PAD, kata Gunawan, itu penting, karena untuk belanja. Kalau PAD tidak naik tidak bisa belanja.
“Sederhana saja, kalau PAD tidak mencapai target kita tidak bisa belanja. Kalau capai kita belanja,” katanya.
Lanjut Gunawan, PAD salah satu sumber belanja daerah Mabar 2026 khususnya. PAD dimaksud adalah keseluruhan dari 310 miliar rupiah yang ditargetkan dalam APBD Mabar 2026.
“Karena itu harus genjo PAD agar mencapai target Rp. 310 miliar yang telah ditetapkan di APBD Mabar 2026, termasuk Dishub harus melakukan itu, kata Gunawan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










