Bagaimana Nasib Pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Pulau Palue - FloresPos Net

Bagaimana Nasib Pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Pulau Palue

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pembangunan Puskesmas Tuanggeo yang berada di Kecamatan Palue, Pulau Palue tidak bisa diselesaikan hingga akhir tahun 2025 sehingga proyek tersebut pun diputus kontrak.

Proyek ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 6.467.987.080 namun pengerjaan fisik baru mencapai 56 persen sementara dana pekerjaan yang sudah diselesaikan hanya 40 persen.

“Kita semua sudah tahu kondisi di sana. Ada satu dua hal yang kemudian tidak dipenuhi sehingga prosesnya gagal salur Sekarang saya lagi minta kepada dinas untuk kemudian membuat kajian,” sebut Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Selasa (20/1/2026).

Ditemui saat peresmian Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela, Juventus mengatakan,pemerintah Kabupaten Sikka akan bersama DPRD Sikka mencari jalan keluar terkait kelanjutan pembangunannya.

Ia menyebutkan, apapun itu terlepas dari semuanya, pembangunan yang menurut pemerintah itu bermanfaat dan berdampak langsung kepada masyarakat dan membiarkan itu tidak dilanjutkan lagi juga merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Majukan Pertanian, Mahasiswa KKN UNIPA Latih Warga Liakutu Buat Pupuk Organik

“Jadi kondisi ini harus kita cari jalan keluar bersama dengan telaahan, dengan ketentuan, dengan peraturan perundang-undangan.Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mencari jalan terbaik,” ungkapnya.

Juventus menegaskan, tidak perlu mengkambinghitamkan siapa-siapa, kejadian yang sudah ada, yang salah tentu kemudian bisa kita evaluasi apa yang perlu kita perbaiki.

Dengan begitu sebutnya, ke depan ini bisa menjadi catatan buat pemerintah daerah dan juga untuk masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menjelaskan, sebenarnya awal proyek ini lelangnya sama dengan Puskesmas Nanga tapi Puskesmas Tuanggeo gagal lelang.

Kondisi ini kata Petrus berdampak terhadap molornya waktu hingga satu setengah bulan sampai dengan penetapan pemenang kemudian ada juga waktu yang terbuang terlalu lama itu terkait dengan mobilisasi logistik dan peralatan.

“Budaya di Palue itu kalau ada yang meninggal maka selama 2 sampai 3 hari harus berhenti bekerja. Selain itu topografinya juga berat karena pengambilan material lokal itu di pantai, lalu harus di drop ke Tuanggeo yang jalannya cukup terjal,” terangnya.

Baca Juga :  Sukacita Para Hamba Allah

Petrus menilai perjuangan rekanan luar biasa tapi kondisi-kondisi di luar jangkauan ini yang menjadi terkendala sehingga kita prosentase terakhir pembangunan Puskesmas Tuanggeo hanya 56 persen.

Lanjutnya, pembayaran dananya sudah 40 persen sehingga tinggal 16 persen yang harus pemerintah bayar tetapi komitmen untuk bisa melanjutkan akan didahului dengan membuat kajian atau telaahan.

“Terkait tidak selesainya pembangunan Puskesmas Tuanggeo nanti saya buat kajian kepada Bapak Bupati. Itu kewenangan saya sebagai kepala dinas,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyebutkan,pada prinsipnya harus sesuai dengan proses dan mekanisme juga ketentuan hukum yang berlaku tentang perencanaan dan penganggarannya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA