Soal Kecelakaan Laut, Camat Iwan: Selalu Kambing Hitamkan Pemkab Manggarai Barat

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Iwan Martinus, Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, sayangkan suara sumbang selama ini yang terkesan kambing hitamkan Pemkab Mabar ketika ada kecelakaan laut di perairan setempat.

Di Mabar khususnya, terkait laut ada otoritas Pemerintah Pusat melalu instansi vertikal di Labuan Bajo. Hubungan dengn Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar mungkin cuma sebatas koordinasi.

Camat Iwan mengungkapkan itu kepada Florespos.net belum lama ini di Labuan Bajo terkait tragedi kapal wisata KM. Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo (TNK) Mabar akhir Desember 2025, menewaskan 4 warga negara Spanyol, seperti ramai dilansir berbagai media.

Menurut Camat Iwan, tragedi tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakinah akhir 2025 lalu, menghebohkan, isu nasional. Itu karena sosok yang jadi korbannya orang terkenal, pelatih salah satu klub sepak bola di Spanyol.

“Coba seandainya yang meninggal itu wisatawan biasa, mungkin tidak terlalu heboh seperti sekarang (KM. Putri Sakinah),” ujar Camat Iwan.

Musibah KM. Putri Sakinah, lanjut Camat Iwan, sama hebohnya dengan tragedi pesawat terbang tabrak sapi saat sedang mendarat di Bandara Komodo Labuan Bajo Mabar sekitar 2011 atau 2012. Semua penumpang selamat, pesawat juga aman. Selain momen langka, salah satu penumpang dalam pesawat naas itu adalah Wakil Bupati Mabar.

Baca Juga :  Camat Irwandi: Bersihkan Semua Bangkai Kapal di Perairan Kecamatan Komodo

Pemkab Mabar, lebih-lebih jajaran Pol. PP (Polisi Pamong Praja) ketika itu benar-benar disudutkan, dikambinghitamkan publik.

“Waktu itu saya masih di Pol. PP. Masyarakat maki hancur kita. Diolok tidak bisa urus sapi. Makan gaji buta, tidur saja,” ujar Camat Iwan.

Padahal, kata Camat Iwan, Bandara Komodo punya otoritas, yaitu Bandara Komodo itu sendiri. Pemkab Mabar tidak punya kewenangan di sana. Mungkin paling hanya sebatas koordinasi.

Hal serupa tragedi kapal wisata KM. Putri Sakinah, Pemkab Mabar sepertinya tak punya kewenangan di sana. Itu kewenangan instansi vertikal Syahbandar/KSOP.

“Tetapi selama ini kalau ada musibah kapal di perairan Mabar, terkesan Pemkab Mabar dikambinghitamkan. Jadi tumpahan kemarahan banyak pihak. Kasihan sekali kita ini,” kata Camat Iwan.

Baca Juga :  Gotong Royong Maksimalkan Potensi Penderita Bawaan Lahir Melalui Operasi Cela Langit-langit

Kapal motor khususnya, kata Camat Iwan, itu sepertinya wilayah kewenangan Pempus, bukan Pemda. Semestinya instansi vertikal kawal dari awal. Dari pembuatan sampai operasional. Tinggi, luas body kapal berapa. Bagaimana dengan kelistrikan/instalator dalam kapal dan sebagainnya. Semua diawas/dikawal oleh Pempus/intansi vertikal KSOP.

Kelayakan kapten kapal, standar ABK kapal juga mungkin masih berhubungan kewenangan Pempus/instansi vertikal, KSOP/Syahbandar, ungkap Camat Iwan.

“Di wilayah-wilayah ini kami tidak bisa apa-apa. Kami tidak bisa, kami tidak bisa campur tangan terlalu jauh. Dan itu bukan kemenangannya kami. Sangat teknis itu,” kata Camat Iwan.

Terkait cuaca akhir tahun 2025, lanjut Camat Iwan, sepertinya Bupati Mabar sudah menghimbau bahwa mulai tanggal 22 sampai dengan akhir tahun tidak boleh ada pelayaran, cuaca tidak bersahabat.

“Pemerintah daerah sudah ingatkan. Tetapi tetap saja, seperti tragedi KM Sakinah itu. Begitu kasus, sepertinya Pemerintah Daerah sini (Mabar) dikambing-hitamkan,” ungkap Camat Iwan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik
Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere
HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga
Kuasa Hukum Eltras Akan Somasi 12 Pekerja Agar Segera Lunasi Cash Bon
Manfaatkan Lahan Tidur Dua Hektar, Etwar Atuna Tanam Semangka dan Sayuran Gunakan Irigasi Tetes
Kuasa Hukum Eltras Persoalkan Penyidik Polres Sikka Keluarkan Tersangka TPPO dan Mengawal Saat Berhubungan Badan di Hotel
Romo Ephy Tegaskan Dugaan Adanya Rekayasa Laporan Kasus TPPO yang Menjerat Pemilik Eltras
Jelang HPN 2026, PAWE Ziarah ke Makam Senior dan Silaturahmi dengan Keluarga
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:54 WITA

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik

Senin, 9 Februari 2026 - 12:18 WITA

Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere

Senin, 9 Februari 2026 - 11:08 WITA

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WITA

Manfaatkan Lahan Tidur Dua Hektar, Etwar Atuna Tanam Semangka dan Sayuran Gunakan Irigasi Tetes

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:44 WITA

Kuasa Hukum Eltras Persoalkan Penyidik Polres Sikka Keluarkan Tersangka TPPO dan Mengawal Saat Berhubungan Badan di Hotel

Berita Terbaru

Wartawan Manggarai Barat bagikan Semabko.

Nusa Bunga

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Senin, 9 Feb 2026 - 11:08 WITA

Opini

Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Senin, 9 Feb 2026 - 08:23 WITA