Rafael Raga Minta Pemda Sikka Aktifkan dan Fungsikan Kembali Dewan Evaluasi Kota dan Pemberian Penghargaan Lingkungan - FloresPos Net

Rafael Raga Minta Pemda Sikka Aktifkan dan Fungsikan Kembali Dewan Evaluasi Kota dan Pemberian Penghargaan Lingkungan

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Mantan ketua DPRD Kabupaten Sikka 2 periode, Rafael Raga meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka mengaktifkan dan memfungsikan kembali lembaga Dewan Evaluasi Kota (DEK) yang sebelumnya ada dan aktif.

Dewan Evaluasi Kota (DEK) merupakan representasi dari para aktifis lingkungan,tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha hotel, pengusaha restoran dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Saya berharap agar lembaga Dewan Evaluasi Kota (DEK) ini dihidupkan dan diaktifkan kembali. Saya sudah sampaikan ini kepada Bupati Sikka,” sebut Rafael Raga, Jumat (9/1/2026).

Rafael mengatakan, dirinya sempat menjabat sebagai ketua DEK Kabupaten Sikka tahun 2001 sampai 2003 dan tahun 2005 Kabupaten Sikka sempat mendapatkan penghargaan Kalpataru lingkungan hidup.

Dirinya bahkan sempat mendapatkan pelatihan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka yang bekerjasama dengan Universitas Negeri Solo.

“Waktu saya sebagai ketua YLPM Bangwita, kami juga memberikan penghargaan sertifikat Masyarakat Penggerak Lingkungan hidup untuk para pimpinan instansi atau lembaga, BUMN, SKPD dan para Kepala Desa,” ungkapnya.

Rafael menjelaskan, penghargaan diberikan kepada lembaga dan instansi tersebut karena mereka bisa menggerakkan staf atau perangkatnya dan komunitasnya secara mandiri melakukan upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup termasuk sampah dan penanaman pohon.

Baca Juga :  Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis

Mantan anggota DPRD Sikka 3 periode ini katakan, penghargaan kategori tokoh penyelamat lingkungan hidup juga diberikan kepada perorangan, petani, pembudidaya bakau, pelestari pohon atau tanaman langka.

“Contohnya penghargaan kepada Baba Akong yang melakukan penanaman bakau, dan Moat Bapan di Likot yang menanam jati putih, mahoni dan jati merah di hutan ulayat Suku Goban Gebin seluas 25 hektar lebih,” terangnya.

Rafael menambahkan, penghargaan juga diberikan kepada tokoh perintis lingkungan kepada para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), petugas lapangan LSM dan guru-guru yang membuat gebrakan kebun contoh dan upaya-upaya rintisan secara swadaya.

Selain itu tambahnya, juga diberikan kepada mereka dengan gagasan sendiri melibatkan atau menggerakkan kelompok masyarakat atau kelompok petani,nelayan, pengusaha atau pedagang komoditi.

Penghargaan juga diberikan kepada kepala desa, Tana Puan dimana selain diberikan penghargaan juga mendapatkan sertifikat yang diserahkan oleh Bupati Sikka saat apel peringatan HUT Kemerdekaan RI di halaman Kantor Bupati Sikka.

“Saya sebagai pribadi mendapat penghargaan Perintis Lingkungan Hidup tahun 2002 karena secara swadaya mendrop dan membagikan bibit kayu jati putih dan mahoni di Tana Ai kepada 80 kelompok tani pada Kecamatan Talibura,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Rafael mengakui bibit kayu jati putih dan mahoni sebanyak 10 ribu bibit ditanam di lahan seluas 100 hektar lebih yang sekarang sudah dipanen atau ditebang untuk dijual dan tumbuh dimana-mana.

Dia sebutkan, program ini dilakukan melalui Yayasan Lembaga Pengembangan Masyarakat Bangwita Talibura lewat gerakan menabung emas hijau sehingga mengantarkan dirinya selaku ketua YLPM Bangwita mendapat penghargaan kategori tokoh Penggerak Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka tahun 2003.

“Bapak Ruamat Pelang sebagai tokoh Pembina Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka karena sebagai Kepala Dinas Kehutanan beliau membuat kebijakan pembibitan tanaman kayu jati putih (gamalina), mahoni,jati lokal , kakao, pala dan mangga,” ungkapnya.

Rafael mengatakan, bibit tanaman dan pohon tersebut dibagikan Dinas Kehutanan kepada masyarakat secara Cuma-Cuma sebagai program Hutan Rakyat yang ditanam di kebun masing-masing untuk pencegahan penebangan pohon di hutan lindung dan mata air yang marak saat itu.

Selain itu kata dia, untuk mengatasi sampah maka dibuat lomba kelurahan bersih dan hijau untuk 13 kelurahan di dalam Kota Maumere dan segala kegiatan tersebut merupakan kreatifitas dan inovasi dari Bupati Sikka Alex Longginus. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA