MAUMERE, FLORESPOS.net-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka sedang menunggu surat permintaan bantuan seng dari 5 desa di Kecamatan Talibura yakni Ojang, Timutawa, Hikong, Kringa dan Udek Duen.
Kelima desa ini sangat terdampak akibat letusan gunung api Lewotobi Laki-Laki yang membuat atap seng rumah warga dan fasilitas umum di wilayah tersebut mengalami kerusakan.
“Seng dan pakunya sudah ada sejak beberapa bulan ini namun kita masih menunggu surat permintaan bantuan dari desa,” sebut Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sikka, Johanes B.C.Putu Botha, Senin (17/11/2025).
Putu Botha mengatakan, surat permintaan dari desa diperlukan mengingat seng yang ada di kantor BPBD Sikka ukuran ketebalannya tidak sesuai dengan permintaan warga.
Ia menjelaskan, warga meminta seng dengan ketebalan 0,3 milimeter sementara seng sebanyak 10 ribu lembar yang ada di Kantor BPBD Sikka berukuran 0,2 milimeter sehingga diperlukan persetujuan warga.
“Seng ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sebelumnya di drop untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Flores Timur,” ujarnya.
Putu Botha mengatakan, pihaknya melalui surat permohonan dari Bupati Sikka kepada Kepala BNPB tanggal 23 Juni 2025 meminta bantuan seng untuk rumah warga dan fasilitas umum.
Dirinya memaparkan, berdasarkan surat tersebut dilampirkan juga data rumah yang mengalami kerusakan di 5 desa tersebut sebanyak 1.213 rumah dan fasilitas umum sebanyak 73 bangunan.
“Dalam surat tersebut juga dijelaskan sebanyak 753 rumah sudah mendapatkan bantuan baik melalui dana desa, LSM, anggota DPR serta 9 rumah melakukan perbaikan secara mandiri,” ungkapnya.
Putu Botha menyebutkan, BPBD Sikka belum bisa mendroping bantuan seng tersebut sebab spesifikasinya tidak sesuai permintaan warga karena pihaknya merasa malu dan takut dimarahi oleh warga.
Ia mengatakan, solusinya pihaknya mengharapkan agar ada surat permintaan bantuan seng dari desa dan menyatakan masyarakat tidak keberatan dengan bantuan seng tersebut.
Apalagi kata dia, saat ini sudah memasuki musim penghujan sehingga otomatis akan membuat warga tidak bisa nyaman tinggal di rumah yang atapnya mengalami kebocoran parah.
“Kalau warga tidak keberatan maka surat permintaan dari desa akan kami teruskan ke BNPB dan bila disetujui maka kami akan langsung distribusikan kepada warga di 5 desa ini termasuk di fasilitas umum,” ujarnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










