BAJAWA, FLORESPOS.net-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Ngada menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Aula Rumah Retret Biara Sang Timur, Bejo, Desa Ubedolumolo I, Kecamatan Bajawa, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh semua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Ngada atau pengurus dari 12 Kecamatan, Pengurus DPC PDIP Ngada sejumlah fungsionaris PDIP Kabupaten Ngada.
Kegiatan dibuka oleh Ketua DPP PDI-P Bidang Organisasi Dr. Andreas Hugu Parera didampingi oleh Ketua DPD PDIP Propinsi NTT, Yunus Takandewa serta Sekretaris Patrianus Laliwolo.
Andreas Hugo Parera didampingi Ketua DPD PDIP Propinsi NTT, Yunus Takandewa dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Ngada Wilfridus Muga kepada wartawan di sela-sela kegiatan menjelaskan kegiatan pengukuhan pengurus pada Musancab PDIP Kabupaten Ngada merupakan kelanjutan dari konsolidasi partai mulai dari kongres pada Tahun 2025, konferda selanjutnya konfercab untuk membentuk kepengurusan DPP, DPD dan DPC PDIP.
Andreas Parera mengatakan, saat ini adalah kegiatan konsolidasi di tingkat akar rumput pada tingkat kecamatan yang akan dilanjutkan di tingkat desa. Ini merupakan bagian pembentukan kembali struktur partai dari pusat sampai akar rumput yakni kecamatan dan desa, katanya.
Selain itu, juga dilakukan kegiatan pendidikan politik bagi PAC untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab, advokasi tugas-tugas kemasyarakatan, komunikasi dan informasi yang benar dan tepat bagi masyarakat.
Juga, kata Andreas Parera, melakukan penggalangan untuk kepentingan sosial maupun politik bagi masyarakat Kabupaten Ngada.
Sementara itu Ketua DPD PDIP Propinsi NTT Yunus Takandewa mengatakan DPD menjalankan instruksi Ketua Umum dimana membentuk pengurus Partai di tingkat akar rumput.
Konsentrasi DPD PDIP Propinsi NTT yakni memastikan kekuatan partai berada di arus bawah atau akar rumput. Hal ini merupakan amanat ideologi partai sebagai partai wong cilik.
Menuju 2029, DPD PDIP Propinsi NTT, akar rumput adalah sebuah kekuatan yang paling penting baik itu DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting sehingga pihaknya berkeliling seluruh NTT untuk kegiatan pelantikan PAC.
Hal ini dilakukan juga untuk pemetaan di mana mengetahui kesiapan arus bawah atau mengutip pernyataan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua 7mum “Jangan meninggalkan sumbernya” di mana sumbernya adalah rakyat itu sendiri. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










