BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu berharap keberadaan jaringan irigasi dapat mendorong peningkatan produksi pertanian, memperbaiki pengelolaan lahan dan penataan air. Serta secara bertahap membawa pengelolaan pertanian di Kabupaten Ngada menuju standar yang lebih baik dan memenuhi standar Nasional.
Wabup Berni Dhey menyampaikan itu ketika menyerahkan bantuan pekerjaan pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER) kepada Kelompok Tani penerima manfaat, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada Fabianus Pesek, di Kecamatan Soa dan Kecamatan Bajawa Utara, Selasa (22/9/2026).
Bantuan program Kementerian dengan dukungan anggaran APBN Tahun 2026 ini menyasar kelompok tani untuk mendukung optimalisasi lahan sawah dan peningkatan produksi pangan.
Di Kabupaten Ngada, kegiatan PITER Tahun 2026 tersebar di tujuh kecamatan dan melibatkan 11 kelompok tani, dengan total panjang saluran 3,6 kilometer dan anggaran Rp1,1 miliar.
Dua kelompok yang menerima pekerjaan dan dilakukan serah terima, yakni Kelompok Tani Tiwupepi di Desa Masu Kedhi, Kecamatan Soa, berupa satu unit pengarah air dan pembangunan saluran tersier 275 meter dengan anggaran Rp100 juta.
Serta Kelompok Tani Ngatekila di Desa Ingena, Kecamatan Bajawa Utara, berupa rehabilitasi saluran 30 meter dan pembangunan saluran baru 270 meter dengan anggaran Rp100 juta.
Dalam sesi diskusi bersama para petani, Wakil Bupati Ngada tersebut mendengarkan kebutuhan serta kondisi pengelolaan pertanian di lapangan.
Wabub Berni Dhey menekankan agar bantuan yang telah diterima benar-benar dimanfaatkan dan dikelola secara optimal.
“Sehingga setiap lahan sawah dapat berproduksi dengan baik dan manfaat program dirasakan secara adil oleh seluruh penerima,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Ngada Fabianus Pesek dalam laporannya menyampaikan bahwa program tersebut diperoleh melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara Bupati dan Wakil Bupati Ngada dengan kementerian, sehingga sejumlah program kementerian dapat diarahkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










