Kata Ombudsman NTT, Tragedi Kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo Cerminan Pengabaian Keselamatan Pelayaran oleh Negara - FloresPos Net

Kata Ombudsman NTT, Tragedi Kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo Cerminan Pengabaian Keselamatan Pelayaran oleh Negara

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 21.00 Wita, bukan sekadar kecelakaan laut.

Ombudsman RI Perwakilan NTT menilai kejadian ini indikasi kuat lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor transportasi laut di NTT, yang notabene sebagai Provinsi Kepulauan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTT, Yosua P. Karbeka dalam rilisnya Selasa (30/12/2025) menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera berbenah.

“Pemerintah harus berbenah dengan melakukan penataan pelayanan publik yang mampu melindungi dan memberikan keselamatan masyarakat pengguna layanan transportasi laut, terutama instansi yang bertanggung jawab atas keselamatan pelayaran,” sebut Yosua.

Yosua menegaskan, tragedi ini menunjukkan paling tidak ada dua masalah serius dalam pengawasan dan pemenuhan standar keselamatan pelayaran termasuk kesiapsiagaan penyelamatan kecelakaan laut yakni problem pada saat sebelum berlayar maupun problem pelayanan bila terjadi kecelakaan.

Dia menegaskan, kapal yang tidak laik melaut, minim alat keselamatan, awak kapal tanpa kompetensi memadai, hingga pelayaran yang tetap dipaksakan saat cuaca buruk, adalah pola yang terus berulang dan disisi lain kecelakaan tersebut sampai sampai merengut nyawa.

“Insiden tenggelamnya Putri Sakinah merenggut nyawa Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola putri Valencia, bersama tiga anaknya. Menurut Ombudsman NTT, kejadian ini semakin menegaskan bahwa keselamatan penumpang belum menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pariwisata bahari di Labuan Bajo, yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dari Ende FPMK Nyatakan Sikap Dukung Melki Laka Lena Maju Pilgub NTT

Yosua mengungkapkan, sepanjang 2024 hingga akhir 2025, sedikitnya 15 kecelakaan kapal wisata tercatat terjadi di perairan Labuan Bajo, mulai dari kapal karam, dihantam gelombang tinggi, hingga mengalami gangguan teknis di tengah pelayaran.

“Rangkaian kecelakaan ini memperlihatkan benang merah yang sama, yakni kelalaian yang dibiarkan tanpa koreksi sistemik. Keselamatan sering kali dikorbankan demi mengejar jadwal wisata dan keuntungan ekonomi jangka pendek,” tegasnya.

Ombudsman NTT juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan sejak kapal masih berada di dermaga.

Yosua mengatakan, dugaan adanya gangguan mesin pada kapal Putri Sakinah sebelum berlayar menimbulkan pertanyaan serius terkait proses penerbitan izin berlayar.

Ia menyebutkan, jika benar kapal mengalami masalah teknis sebelum berangkat, maka patut dipertanyakan bagaimana kapal tersebut bisa dinyatakan laik berlayar.

“Disinilah peran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) seharusnya dijalankan secara substansial, bukan sekadar administratif,” pesannya.

Yosua menyebutkan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dan berada di kawasan ring off fire, Indonesia seharusnya menerapkan standar keselamatan transportasi laut yang ketat, konsisten, dan berorientasi pada perlindungan jiwa manusia, terlebih di kawasan pariwisata strategis seperti Labuan Bajo yang juga merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo.

Baca Juga :  Festival Golo Koe 2025: Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif

Dirinya menegaskan, negara tidak boleh hanya hadir dalam bentuk promosi pariwisata, tetapi absen dalam memberikan jaminan perlindungan keselamatan. Setiap kelonggaran standar pelayanan keselamatan adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga negara dan wisatawan.

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keselamatan pelayaran wisata di Labuan Bajo untuk semua instansi teknis termasuk stakeholder terkait. Peningkatan pengawasan dan kinerja dengan standar tinggi yang ditunjang dengan SDM dan sarpras yang memadai termasuk peningkatan kompetensi awak kapal.

“Jika tragedi seperti ini terus berulang tanpa reformasi nyata, maka kematian di laut wisata tidak lagi bisa disebut kecelakaan, melainkan konsekuensi dari pembiaran. Negara harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Yosua mengakui kecelakaan di laut NTT sudah sering terjadi bahkan sampai merengut nyawa masyarakat dan hal ini juga dikarenakan upaya tanggap cepat dari Basarnas yang sejauh ini belum maksimal.

Untuk itu, kata dia perlunya peningkatan kinerja yang ditunjang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sarana dan Pra Sarana yang memadai, sebab keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dalam pelayanan publik. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

Berita Terbaru