Simon menekankan rencana pendirian Perguruan Tinggi Tana Ai memiliki makna strategis sebagai benteng terakhir pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi berbasis pengetahuan bagi masyarakat Tana Ai.
Menurut dia, inisiatif pendirian perguruan tinggi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap masa depan Mosa Tana, generasi muda Tana Ai, serta keberlanjutan peradaban lokal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Solidaritas yang telah menggagas dan menggerakkan langkah besar tersebut.
“Konsep kontekstual menjadi fondasi utama Perguruan Tinggi Tana Ai, yakni perguruan tinggi yang lahir dari dan untuk masyarakat setempat,” ucapnya.
Simon menegaskan, nilai-nilai kearifan lokal seperti Hikayat Sikka Sarat, Piga Wera Piga Welu, kelestarian Tana Utan, serta kekayaan bahasa dan budaya harus menjadi basis pengembangan ilmu pengetahuan.
Wakil Bupati mewanti-wanti pentingnya pendekatan kolaboratif melalui semangat gotong royong atau Siki Malamasing.
Ia menyebutkan, pendirian Perguruan Tinggi Tana Ai hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara pemangku adat, masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta seluruh pihak yang peduli terhadap pendidikan dan budaya.
Dirinya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka siap menjadi mitra dan jembatan kolaborasi guna mendukung proses pendirian perguruan tinggi ini.
“Tujuan akhir dari pendirian Perguruan Tinggi Tana Ai adalah melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam karakter dan identitas budaya yang kuat dan mampu bersaing di pasar global dengan membawa keunikan dan kualitas Tana Ai.,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










