MAUMERE, FLORESPOS.net- Selama tahun 2025, Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sikka diberi target pendapatan sebesar Rp38.077.173.224 miliar dari target sebelumnya di tahun 2024 yang mencapai Rp32 miliar.
Pendapatan yang diperoleh dari Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Maumere ini di tahun 2024 mencapai Rp27 miliar atau persentasenya sebesar 85,28 % dari target.
“Memang pendapatan yang kita peroleh belum maksimal sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Sikka,” sebut Kepala UPTD Dispenda Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Sikka,Maria Wilfrida Basilika saat ditemui di kantornya, Selasa (16/12/2025).
Frida sapaannya menyebutkan, target dari target yang diberikan di tahun 2025 ini, pihaknya memperkirakan bisa mencapai pendapatan di atas 70 persen.
Dia mengakui sejak 1 Januari 2025 hingga 15 Desember realisasi secara keseluruhan mencapai Rp.25.196.227.761.
Dirinya mengharapkan agar kolaborasi dengan Pemda Sikka terkait optimalisasi Opsen perlu ditingkatkan lagi agar pendapatan yang masuk ke Provinsi NTT dan Pemda Sikka pun bisa meningkat.
Ia mengakui perlu ada validasi data kendaraan milik Pemda Sikka sebab banyak juga kendaraan yang sudah dihapus tapi masih terdapat di data serta ada juga data awal dinas lain tapi saat dicek sudah pindah ke dinas lain.
“Kita sudah minta agar Pemda Sikka lengkapj data valid jumlah kendaraan. Ini mempermudah kita mendapatkan jumlah kendaraan dan berapa pajak yang harus dibayarkan,” ungkapnya.
Frida mengakui selama ini kerjasama dan kolaborasi yang dilakukan sudah berjalan namun belum maksimal sehingga diharapkan tahun 2026 bisa ditingkatkan sebab bila pajak yang diterima semakin besar, Pemda Sikka juga Opsennya semakin besar.
Ia memaparkan, demi meningkatkan pendapatan, pegawai UPTD Dispenda NTT Wilayah Kabupaten Sikka melakukan door to door ke alamat wajib pajak berdasarkan data penunggak.
“Kesulitan kita saat kita turun ada warga yang sudah pindah alamat dan kendaraan sudah diperjualbelikan. Ada yang ditemui namun dananya belum ada sehingga kami himbau agar membayarnya,” tuturnya.
Frida menuturkan, adanya operasi Tilang yang dilakukan oleh Polres Sikka membuat banyak pemilik kendaraan membayar tunggakan pajak kendaraan bermotor milik mereka.
Pihaknya juga melakukan sosialisasi ke masyarakat bahkan menjemput bola dengan membuka loket pembayaran di mobil keliling yang stand by di pasar-pasar tradisional saat hari pasar mingguan.
“Petugas kami juga turun ke desa-desa menjemput bola dengan menemui wajib pajak. Memang ada yang membayar tunggakan namun ada juga yang belum bisa membayarnya,” ucapnya.
Frida mengharapkan dengan adanya peningkatan kerjasama dengan Pemda Sikka maka pihaknya bisa turun ke desa-desa dan kelurahan-kelurahan bersama aparat Pemda Sikka dalam menagih tunggakan pajak. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










