ENDE, FLORESPOS.net-Alumni GMNI, Marianus Bertolomeus Rusu Pora menilai pembelian atau pengadaan empat buah Videotron baru oleh Pemkab Ende tidak efektif dan tidak menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menilai pembelian Videotron itu adalah tindakan pemborosan uang yang dilakukan oleh pemerintah daerah di tengah derita masyarakat.
“Apa urgensi dari pengadaan TV besar ini? Kan tidak tidak menjawab kebutuhan masyarakat. Ini prilaku pemborosan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah di tengah derita masyarakat,” kata Marianus Bertolomeus Rusu Pora kepada Florespos.net, Rabu (10/12/2025) malam.
Alumni GMNI Malang yang akrab disapa Rian mengatakan kebijakan pemerintah melakukan pembelian empat Videotron baru tersebut tidak masuk akal jika dikaitkan dengan efisiensi anggaran.
Dikatakannya, saat ini masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Ende belum menikmati infrastruktur dasar seperti jalan yang layak dan air bersih serta kebutuhan dasar lainnya.
Menurutnya, pembelian Videotron itu hanya untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan dan tidak urgen untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di daerah ini.
Ia juga menyoroti Videotron sebelumnya yang terpasang sejak tahun 2017 lalu. Videotron tersebut tidak jelas dalam pengelolaan dan tidak berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Satu buah yang lama saja tidak jelas dan dibongkar lagi. Sekarang beli empat baru, untuk apa?”.
Diberitakan sebelumnya di media ini, pemerintah Kabupaten Ende pada tahun anggaran 2025 melakukan pengadaan atau membeli empat buah Videotron baru dengan total anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih.
Empat Videotron baru tersebut kini sudah terpasang di empat titik dalam kota yaitu perempat Kantor Pelni, Simpang Lima, pasar Potulando dan depan pasar Wolowona.
Kepala Bapenda Ende, Max Jufri Seko kepada wartawan, Senin (8/12/2025) mengatakan empat empat Videotron baru tersebut dengan ukuran yang berbeda.
“Untuk yang di Simpang Lima ukurannya 4× 6 harganya sekitar Rp 1,2 miliar lebih, tiga lainnya ukuran sama 4×3 dengan harga sekitar Rp 600 juta lebih,” katanya.
Jufri mengatakan anggaran pembelian Videotron tersebut adalah hasil efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pengadaan dilakukan melalui e katalog.
Pemasangan empat buah Videotron baru tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan PAD dan keindahan kota.
Saat ini pengelolaan Videotron masih dibawa Bapenda Ende. Kedepannya dua Videotron komersial yaitu di perempat Pelni dan Simpang Lima akan dikelola oleh pihak ketiga.
“Untuk sementara kita yang kelola sambil menunggu PKS dengan pihak ketiga. Kemarin baru dipasang sudah pendapatan. Pelanggan pertama dari PDIP dan Nasdem,” katanya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










