Camat Iwan: Stop Pembalakan Santiggi di Kecamatan Komodo

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 09:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, Iwan Martinus, mengingatkan para pembalak Santiggi di wilayah itu untuk stop berburu tanaman tersebut.

“Santiggi tumbuhan yang dilindungi,” ujar Camat Iwan menanggapi Florespos. net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Informasi dihimpun media ini di Labuan Bajo belakangan, bahwa perburuan terhadap tanaman/tumbuhan Santiggi di Kecamatan Komodo-Mabar kian marak dan masif. Pelakunya oknum tidak bertanggung jawab.

Tanaman ini hidup di daerah pesisir, tidak terkecuali di wilayah Kecamatan Komodo yang memiliki banyak pulau.

Baca Juga :  Sinkron Ambil Peran, Jaring Guru Inovatif untuk Lomba Inovasi Daerah Flores Timur Tahun 2024

Konon Santigi kaya makna, tidak hanya sebagai tanaman hias, estitika kalau sudah dibonsai, tetapi juga untuk pengobatan dan lain-lain. Nasib tumbuhan ini konon sudah langka akibat perburuan liar.

Menurut Camat Iwan, konon Santigi tanaman yang dilindungi Undang-Undang. Tanaman ini kaya fungsi, antara lain sebagai tanaman hias, indah, tetapi sudah langkah. Santigi hidup di daerah pesisir, karang. Kalau ambil harus gali. Harganya jutaan rupiah per pohon.

Di Kecamatan Komodo, Santigi ditengarai antara lain tumbuh di kawasan Warloka, Batu Gosok, dan Menjaga. Semua ini dekat Labuan Bajo ibu kota Mabar sekaligus kota Kecamatan Komodo.

Baca Juga :  IPeKB Mabar Dikukuhkan, Madin: KB Tak Melawan Kehendak Tuhan

Sehubungan dengan hal ini, lanjut Camat Iwan, pihaknya pelajari aturannya. Juga siap berkolaborasi, berkoordinasi dengan berbagai pihak/unsur untuk melakukan penertiban.

Selanjutnya akan menangkap  pembalak/pemburu Santigi di Kecamatan Komodo. Jika tertangkap akan diproses sesuai atauran yang berlaku.

“Saya ingatkan pembalak  Santigi di Kecamatan Komodo khususnya untuk berhenti mengambil Santigi di wilayah itu. Stop lakukan itu,” ketus Camat Iwan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting
Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas
Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat
Pelindo Maumere Harapkan Tahun 2026 Kapal Penumpang Sudah Sandar di Dermaga Empat
PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan
Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’
Empat Warga Kalo Reok Barat Temukan Jenazah Siswa yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
ASN PPPK Paruh Waktu Guru dan Nakes di Manggarai Timur Terima SK–Ini Rincian Gajinya
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:41 WITA

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting

Senin, 19 Januari 2026 - 19:24 WITA

Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas

Senin, 19 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat

Senin, 19 Januari 2026 - 17:36 WITA

PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:38 WITA

Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’

Berita Terbaru

Opini

Rasio vs Emosi: Menyikapi Narasi “Darurat 7 Hari”

Senin, 19 Jan 2026 - 21:58 WITA