Daya Beli Masyarakat Manggarai Barat Menurun, Efek Efisiensi - FloresPos Net

Daya Beli Masyarakat Manggarai Barat Menurun, Efek Efisiensi

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Daya beli masyarakat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT dikabarkan cendrung menurun belakangan. Konon salah satu sebabnya adalah efek dari kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) tentang efisiensi, penurunan/ pengurangan dana transfer daerah, termasuk Mabar.

Di Mabar, komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Batu Cermin Labuan Bajo hari-hari belakangan mulai “keok”, karena sepi pengunjung, seperti dilansir media ini sebelumnya.

Soni, warga Labuan Bajo menduga sepinya pengunjung UMKM di kawasan wisata Batu Cermin efek kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) tentang efisiensi.

Kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang, Soni mengungkapkan, gegara efisiensi banyak ASN di Labuan Bajo dan sekitarnya terpaksa harus hidup hemat, irit. Ketatkan ikat pinggang, mengekang diri-menekankan pengeluaran.

Baca Juga :  Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Misal, dulu ASN di Labuan Bajo rajin beli sayur atau telur di pasar. Tetapi saat efisiensi belakangan, mau tak mau mereka tanam sendiri sayur di pekarangan rumahnya, atau pelihara sendiri ayam. Ini demi menghemat biaya hidup keluarga, irit pengeluaran rumah tangga.

Kata Soni, jika kondisi ini berlarut, lambat laun akan berefek buruk buat pedagang sayur, telur dan penjual pangan lain di pasar, kios dan toko sayur/telur di Labuan Bajo.

Nada hampir sama Sekretaris Daerah (Sekda) Mabar, Fransiskus Salesius Sodo, menanggapi wartawan baru-baru ini di Labuan Bajo. Menurutnya, tidak hanya di Batu Cermin. Kios kelontong juga begitu.

Baca Juga :  POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

“Saya juga punya beberapa keluarga yang punya kios. Ya bukan tidak mungkin (sepi pembeli),” kata Sekda Sodo.

Berikut wisatawan maiz. Wisatawan maiz itu wisatawan-wisatawan yang datang meeting. Datang ada kegiatan ekshibisi di daerah dari Kementerian/Pempus.

“Kami kan biasa terima pemerintah-pemerintah yang datang. Sekarang kan hampir tidak ada pemerintah yang datang. Kalau tahun-tahun sebelum ada itu,” ujar Sekda Sodo.

“Rata-rata seminggu bisa dua tiga. Sekarang ini kan hampir jarang sekali pemerintah yang datang,” sambungnya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan
PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara
Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Berita ini 353 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:05 WITA

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:44 WITA

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WITA

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA