LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Daya beli masyarakat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT dikabarkan cendrung menurun belakangan. Konon salah satu sebabnya adalah efek dari kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) tentang efisiensi, penurunan/ pengurangan dana transfer daerah, termasuk Mabar.
Di Mabar, komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Batu Cermin Labuan Bajo hari-hari belakangan mulai “keok”, karena sepi pengunjung, seperti dilansir media ini sebelumnya.
Soni, warga Labuan Bajo menduga sepinya pengunjung UMKM di kawasan wisata Batu Cermin efek kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) tentang efisiensi.
Kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang, Soni mengungkapkan, gegara efisiensi banyak ASN di Labuan Bajo dan sekitarnya terpaksa harus hidup hemat, irit. Ketatkan ikat pinggang, mengekang diri-menekankan pengeluaran.
Misal, dulu ASN di Labuan Bajo rajin beli sayur atau telur di pasar. Tetapi saat efisiensi belakangan, mau tak mau mereka tanam sendiri sayur di pekarangan rumahnya, atau pelihara sendiri ayam. Ini demi menghemat biaya hidup keluarga, irit pengeluaran rumah tangga.
Kata Soni, jika kondisi ini berlarut, lambat laun akan berefek buruk buat pedagang sayur, telur dan penjual pangan lain di pasar, kios dan toko sayur/telur di Labuan Bajo.
Nada hampir sama Sekretaris Daerah (Sekda) Mabar, Fransiskus Salesius Sodo, menanggapi wartawan baru-baru ini di Labuan Bajo. Menurutnya, tidak hanya di Batu Cermin. Kios kelontong juga begitu.
“Saya juga punya beberapa keluarga yang punya kios. Ya bukan tidak mungkin (sepi pembeli),” kata Sekda Sodo.
Berikut wisatawan maiz. Wisatawan maiz itu wisatawan-wisatawan yang datang meeting. Datang ada kegiatan ekshibisi di daerah dari Kementerian/Pempus.
“Kami kan biasa terima pemerintah-pemerintah yang datang. Sekarang kan hampir tidak ada pemerintah yang datang. Kalau tahun-tahun sebelum ada itu,” ujar Sekda Sodo.
“Rata-rata seminggu bisa dua tiga. Sekarang ini kan hampir jarang sekali pemerintah yang datang,” sambungnya. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










