Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) NTT Viktor Manek mengatakan, kelompok-kelompok diaspora perlu memetakan persoalan masyarakat NTT di perantauan untuk dilaporkan. Pada tahap selanjutnya, diaspora juga berpikir untuk berkontribusi bagi kampung halaman, terutama desa melalui OVOP.
“Acara temu Diaspora ini akan diatur secara apik untuk hal-hal teknis terkait,” kata Viktor.
Kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) NTT Alfonsus Theodorus menyatakan kesiapan timnya untuk menyukseskan temu diaspora yang akan digelar di aula rumah jabatan Gubernur NTT.
“Tim kecil inti segera kami bentuk dengan melibatkan Badan Penghubung. Kita akan memastikan rangkaian acara yang merangkul semua komponen diaspora,” yakin Alfonsus.
Administator Forum Wartawan NTT Sedunia Agustinus Tetiro menyambut baik rencana temu diaspora NTT yang akan digelar secara hybrid. Penguatan narasi positif tentang NTT perlu menjadi perhatian serius.
“NTT sudah dikenal luas sebagai daerah yang sangat potensial, termasuk potensi sumber daya manusianya. Potensi SDM ini mesti di-satu-semangat-kan untuk membangun narasi dan cerita-cerita baik tentang NTT ke mata dunia,” jelas Gusti, sapaan Agustinus Tetiro.
Gusti mengatakan, peluncuran tagar #BetaNTT dan rencana temu diaspora mesti digaungkan agar semua orang NTT dan semua pihak yang berniat baik bagi NTT bisa tergugah untuk memperhatikan dan bekerja nyata bagi NTT sesuai kemampuan masing-masing.
Rasa memiliki (sense of belonging) terhadap NTT ini adalah modal dasar untuk semua hal besar lainnya yang akan ditunaikan, katanya. *
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2










