Pedagang Ikan di TPI Alok Maumere Minta Dibangun MCK dan Tempat Sampah - FloresPos Net

Pedagang Ikan di TPI Alok Maumere Minta Dibangun MCK dan Tempat Sampah

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 12:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kondisi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok di tengah Kota Maumere ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat memprihatinkan sebab sampah kerap dibuang sembarangan di jalan atau laut.

Sampah yang dikumpulkan pun ditaruh di karung dan diletakan di dalam komplek TPI Alok karena tidak adanya tempat sampah dan mobil pengangkut sampah pun tidak masuk ke lokasi ini.

“Saat kami aksi sosial bersih-bersih sampah, para pedagang ikan dan nelayan minta dibangun tempat sampah di lokasi TPI Alok,” sebut Staf PSDKP Wilker Maumere Fransiskus Ignasius Sino, Senin (17/11/2025).

Frid sapaannya mengatakan, ketiadaan tempat sampah membuat sampah-samah dibuang pedagang ke laut atau dibiarkan tergeletak di tanah apalagi sampah-sampah plastik.

Baca Juga :  Masuk Usia Ke-50, Inilah Jumlah Anggota dan Aset KSP Kopdit Boawae

Bahkan kata dia, ditakutkan nantinya nelayan dan pedagang membuang sampah terutama sampah plastik ke laut dan mencemari laut mengingat penggunaan plastik sangat banyak.

“Para pedagang dan nelayan juga minta dibangun kamar mandi dan WC sehingga mereka bisa manfaatkan. Bisa juga disiapkan petugas untuk menjaga dan menarik retribusi bila ada yang pergunakan,” ungkapnya.

Frid mengaku permintaan dari pedagang dan nelayan akan diteruskan kepada pihak terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka yang lokasi kantornya bersebelahan dengan kantor mereka.

Baca Juga :  Wabup Sikka Apresiasi Pembangunan Terminal BBM di Maumere

Disaksikan Florespos.net, saat kegiatan aksi bersih-bersih sampah yang dilaksanakan oleh PSDKP Wilker Maumere dan Komunitas Cinta Laut Bersih Flores banyak sampah berserakan di tanah.

Jalanan di lokasi tempat pendaratan ikan dan tempat pedagang berjualan ikan eceran pun tampak becek tergenang air serta berlubang sana sini.

Sampah-sampah yang dikumpulkan pun diletakan di dalam karung daan diletakan di samping pintu keluar TPI Alok yang digembok karena jarang dipergunakan.

Terdapat sebuah speed boat yang rusak dibiarkan tergeletak di dekat tumpukan karung-karung sampah yang membuat lokasi parkiran sepeda motor dan mobil pedagang ikan menjadi sempit. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram
Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia
PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar
Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC
Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara
Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende
Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final
Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:08 WITA

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:30 WITA

Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:16 WITA

PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:08 WITA

Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:37 WITA

Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

Senin, 3 Agu 2026 - 14:08 WITA